JAMBERITA.COM- Pusat Kajian Disabilitas selama 2 (dua) hari melaksanakan pertemuan dengan Kaprodi mahasiswa baru difabel. Pertemuan ini dilaksanakan pada Kamis dan Jum’at (14-15 September 2023). Ketua Pusat Kajian Disabilitas, Dr. H.M. Syahran Jailani, M.Pd yang saat itu diwakili oleh staf, Maimunah Permata Hati Hasibuan, S.Sos., M.Si. mendampingi mahasiswa baru difabel beserta wali mahasiswa. Mahasiswa baru difabel berjumlah 5 (lima) orang: Dea Roida Natalia Butar-Butar (Tuli) bertemu dengan Kaprodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Athiatul Haqqi, S.Ag., S.IPI., M.I.Kom., Putri Fatimah Azzahra (Tuli) dengan Kaprodi Yudi Armansyah, S.Th.I., M.Hum., Wahyu (tuna daksa) dengan Kaprodi yang diwakili oleh Sekprodi Dra. Jamilah, M.Pd.I serta Neval Rismanda dan Amanda Melani (tuna netra) dengan Kaprodi Dr. Try Susanti, M.Si.
Pada pertemuan ini, semua kaprodi merespons dengan baik. Athiatul menyambut hangat adanya kehadiran mahasiswa difabel. Beliau memberikan semangat dan dukungan moril. “Mudah-mudahan dengan hadirnya Dea bisa memberikan contoh kepada teman-teman normal yang lain bahwa mahasiswa difabel mampu dan bisa bersama-sama berkompetisi dalam pembelajaran perkuliahan”, ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa sebelum Dea ada beberapa mahasiswa difabel yang juga masuk ke jurusan Ilmu Perpustakaan. Salah satunya mahasiswa bernama Amelia yang saat ini sudah semester 5 (lima). Dikatakan oleh Athiyah bahwa nilai Amelia juga tak kalah hebat dengan mahasiswa umum lainnya karena mendapat nilai A pada beberapa mata kuliah. Kaprodi Putri, Yudi juga mengatakan bahwa saat ini a menyambut antusias mahasiswa difabel yang berkuliah di Ilmu Pemerintahan. Apalagi ilmu Pemerintahan ini merupakan salah satu jurusan favorit yang ada di UIN STS Jambi. Serta beberapa dosen Humaniora juga banyak yang meneliti tentang Disabilitas. “Adanya kehadiran mahasiswa difabel ini merupakan bagian dari kami untuk menjalani tantangan baru dan kurikulum pendidikan yang inovatif sesuai jamannya, yakni pendidikan inklusi”, ujarnya. Begitupun dengan Kaprodi Neval dan Melani, Try Susanti, serta Sekprodi Wahyu, Jamilah turut mendukung dan berusaha memberikan motivasi moril kepada mahasiswa disabilitas tersebut.
Untuk diketahui, UIN STS Jambi saat ini sudah berjalan sebanyak 2 (dua) kali melakukan pembelajaran bahasa isyarat yang merupakan kerjasama dengan Pusbisindo (Pusat Bahasa Isyarat Indonesia). Anggota yang diutamakan ialah dosen dari program studi yang memiliki mahasiswa Tuli. UIN STS Jambi sebagai wadah pendidikan lokomotif perubahan siap untuk bersinergi untuk memajukan pendidikan khususnya di bidang pendidikan inklusi.(*)
BNPT RI-FKPT Gelar Karakter ID, Kampus Rakyat Terpilih Cegah Radikalisme Bagi Kalangan Muda Jambi
Tekan Angka Pengangguran, SAH Sosialisasikan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri
Pekan Depan, Penasehat Hukum Terdakwa Bank Jambi akan Sampaikan Replik
Satu Unit Mobil Ditimpa Pohon Tumbang Depan RSUD Raden Mattaher Jambi
Korban Tenggelam di Sungai Batang Tebo Ditemukan Meninggal Dunia
Ihsan Yunus Panen Raya Bersama Warga, Produksinya Tembus 4,8 Ton/Ha


Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi Terus Pantau Perkembangan Perkara PT PAL



