RS Mattaher Punya Alat Baru Atasi Penyakit Jantung : Pasien Tak Perlu Dirujuk, Cukup di Jambi Bae



Jumat, 08 Desember 2023 - 15:10:16 WIB



Dr Evi Supriadi Saat Menunjukkan Hasil Tindakan Penyakit Jantung Koroner dengan Menggunakan IVUS di Cath Lab RSUD Raden Mattaher Jambi, Jum'at (8/12/2023).
Dr Evi Supriadi Saat Menunjukkan Hasil Tindakan Penyakit Jantung Koroner dengan Menggunakan IVUS di Cath Lab RSUD Raden Mattaher Jambi, Jum'at (8/12/2023).

JAMBERITA.COM - RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi kembali menerima bantuan alat kesehatan dalam penanganan tindakan Penyakit Jantung Koroner (PJK) untuk menekan kasus kematian sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Provinsi Jambi.

Alat tersebut yakni Intravascular Ultrasound (IVUS) dan Rotablator yang merupakan alat medis untuk mengikis plak pada pembuluh darah jantung yang mengeras, sehingga RSUD Raden Mattaher pun Jum'at (8/12/2023) hari ini melakukan tindakan pertama kepada dua orang pasien di Layanan kateterisasi jantung (cath lab) rumah sakit pelat merah itu.

Tindakan dilakukan oleh Dr. Evi Supriadi., SpJP, FIHA, M. Ked (Cardio) didampingi oleh dr Amir Aziz Alkatiri dan tim dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPD) Jakarta.

"Alhamdulillah RSUD Raden Mattaher tahun lalu dan tahun ini mendapatkan bantuan alat berupa Ivus, semacam kamera untuk mengukur pembuluh darah. Kedua rotablator untuk mengikis pembuluh darah yang tersumbat keras," ungkap dr Evi Putra Kelahiran Kerinci tersebut setelah melakukan tindakan terhadap pasien jantung.

Evi mengatakan, untuk tindakan pertama dengan alat teknologi yang canggih itu, pihaknya di bantu oleh dr Amir Amir Aziz Alkatiri dan tim. "Tujuannya agar lebih mahir menggunakan alat ini sehingga lebih banyak membantu masyarakat Jambi yang terkena penyakit jantung," ujarnya.

Menurut Evi, rencananya pasien yang akan dilakukan tindakan sebanyak 6 orang pasien, 2 orang pertama berlangsung hari ini dan 4 orang pasien lagi akan dilakukan tindakan dengan alat terbaru itu, pada Sabtu (9/12/ besok.

"Saya kira nanti pasien kita tidak perlu lagi dikirim ke Jakarta, kita bisa kerjakan disini secara mandiri, tentu disupport oleh manajemen. Alhamdulillah (hari ini) biaya tidak dibebankan kepada pasien, semua nya BPJS, ini pertama. Semoga kedepan pasien tidak perlu dirujuk ke Jakarta, cukup di Jambi bae (saja-red)," jelasnya. 

Dr Amir Aziz Alkatiri menambahkan bahwa tindakan dengan metode Intravascular Ultrasound (IVUS) yaitu berupa Camera yang dimasukkan dalam Kororner dengan melihat pembuluh darah dari bagian dalam, sehingga penanganan medis bisa menilai secara pasti baik ukuran dan juga panjang dari pada sumbatan.

"Teknologi camera juga meningkatkan akurasi dari tindakan pemasangan cincin, kedua Alhamdulillah RSUD juga sudah memiliki rotablator, suatu alat untuk mengikis sumbatan koroner yang keras dan tidak bisa dilakukan dengan balon maka perlu dilakukan tindakan aterektomi," ungkapnya.

Menurut Dr Amir, masyarakat patut bersyukur karena di Provinsi Jambi sudah mempunyai alat canggih dalam penanganan jantung."Saya kira, kita sangat beruntung di Jambi alat dan dokter nya sudah ada, dan dokter Evi juga sudah mahir melakukan tindakan dengan alat alat terbaru ini," ujarnya.

Pihaknya dari RSJPD hanya melakukan pendampingan terhadap para medis tidak hanya di Provinsi Jambi tetapi juga di seluruh RS di Indonesia. Jika dilihat dalam penanganan yang telah dilakukan oleh Tim RSUD Raden Mattaher hari ini, kata Amir sudah maksimal.

"Kemenkes menujuk RS Harapan Kita untuk mendampingi bukan hanya di Jambi tetapi se Indonesia, jadi bentuknya pendampingan sehingga kedepan pelayanan jantung, ketika ada pasien tidak perlu lagi rujuk rujuk ke jakarta, tadi pengerjaannya rata sekitar 1-2 jam tergantung tingkat kesulitan, saya kira efek nya ke masyarakat akan lebih banyak masyarakat yang terlayani dengan baik," harapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medis RSUD Raden Mattaher Jambi Dr H Fahrurazi mengatakan, pada sebenarnya tindakan sudah bisa dilaksanakan oleh dokter yang ada di RSUD. Akan tetapi memang, tahapan nya harus ada yang mendampingi.

"Ini adalah pelayanan pengembangan dari kebijakan Kemenkes yang mana kita telah mendapatkan bantuan, alat alat baru yang lebih canggih dari biasanya, ada program kemenkes juga tahapannya memang melalui proktoring ini," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi