Seorang Mahasiswi Diduga Akhiri Hidupnya dari Lantai 12 Bank 9 Jambi



Senin, 15 Juli 2024 - 21:11:38 WIB



JAMBERITA.COM - Seorang mahasiswi di salah satu Universitas di Jambi nekat meloncat dari lantai 12 Caffe Rindu Senja Gedung Mahligai Bank 9 Jambi, Minggu (14/7/2024) sekitar pukul 22.00 WIB. Mahasiswi berinisial SAS yang diketetahui Warga Jalan Nangka, RT04 Desa Batu Urip Kecamatan Lubuk Linggau Utara 2 ini nekat mengakhiri hidupnya.

Kapolsek Telanaipura AKP S Harefa mengatakan, saat itu mahasiswi ini datang seorang diri dengan menggunakan sepeda motor dan kemudian naik ke lantai 12 Gedung Mahligai Bank 9 Jambi, tepatnya di Caffe Rindu Senja.

"Saat itu korban ini duduk sendiri. Sekitar pukul 21.20 WIB terlihat dari rekaman CCTV di dalam Caffe Rindu Senja, terlihat gestur korban gelisah dan melihat kearah belakang pandangan, arah pinggir gedung lantai 12," ungkapnya. 

Korban pun terlihat berjalan kearah belakang, kemudian sekitar pukul 22.00 WIB salah seorang yang hendak menutup portal depan melihat ada seseorang yang terbaring di lantai. "Lalu sesama piket security melihat korban. Saat melihat korban, terlihat seorang perempuan sudah terbaring di halaman Bank 9 Jambi," jelasnya. 

Setelah itu, salah seorang bersama security naik keatas lantai 12 dan memberitahu kepada karyawan Caffe bahwa ada mayat perempuan yang diduga jatuh dari lantai atas."Dari keterangan karyawan Caffe itu, bahwa benar korban sebelumnya duduk sendiri. Saat itu karyawan Caffe tidak melihat, karena korban duduk di tempat duduk bagian luar Caffe yang memang saat itu hanya seorang diri," sebutnya. 

Dirinya menduga bahwa korban bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 12 Gedung Mahligai Bank 9 Jambi. "Saat anggota datang, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia posisi terlungkup. Dari kepala juga mengeluarkan darah," tuturnya.

Dia menyampaikan, berdasarkan keterangan pihak keluarga dugaan motif korban melakukan perbuatan bunuh diri dikarenakan ada permasalahan atau stress. "Keterangan dari keluarga yang di Jambi dekat kostan korban, bahwa dugaan awal motifnya dikarenakan ada permasalahan pribadi dan mengatakan sedang ada masalah. Sehingga stress seperti ada yang dipikirkan dan dari laptopnya ada surfing website tentang cara bunuh diri," ungkapnya. 

Pihak keluarga korban meminta untuk dilakukan VER luar dan menolak autopsi, karena jenazah korban ingin segera disemayamkan.

Sementara itu, pihak pengelola Gedung Mahligai Bank 9 Jambi Raden Azwar mengatakan, atas kejadian ini pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. "Untuk semuanya sudah kita serahkan kepada Polsek Telanaipura," katanya.

Untuk sementara waktu, kata dia, Caffe Rindu Senja ditutup menjelang mendapatkan izin dari pihak kepolisian. "Sudah kita tutup sementara, kalau kasus ini sudah selesai kita buka kembali," kata dia.(afm)





Artikel Rekomendasi