JAMBERITA.COM - Wakil Ketua (Waka) DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata mengatakan kondisi keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi TA 2024 tidak defisit, tapi mengalami penurunan pada APBD Provinsi Jambi.
"Penurunan terhadap APBD kita, jadi belanja kita di hemat dikurangi, karena fiskal kemampuan kita itu turun, bukan defisit. Kalau defisit kita tidak bisa belanja cuman kemampuan APBD kita rendah," ungkapnya, kata Selasa (12/11/2024).
Saat ini kata Ivan Wirata, berdasarkan hasil pembahasan rapat antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Jambi dengan TAPD, bahwa KUA-PPAS APBD 2025 telah disepakati sebesar Rp4,471 Triliun, jika dibandingkan TA 2024 itu sebesar Rp5,1 Triliun.
"Artinya kurang sekitar Rp700 an atau Rp600 Miliar lagi, yang dikatakan kondisi keuangan yang sedang itu diatas Rp5,1, bearti kemampuan Fiskal kita tidak bisa maksimal untuk membangun sarana dan infrastruktur infrastruktur, " ungkapnya.
Untuk itu, DPRD Provinsi Jambi meminta Gubernur dan OPD dapat memaksimalkan pendapatan untuk daerah."Setelah KUA-PPAS, nanti kita masuk RAPBD, makanya duair Rp4,471 itu dibagikan kepada perangkat daerah, kita lihat mana saja belanja wajib dan prioritas," jelasnya.
Target penetapan dan pengesahan APBD 2025 dijadwalkan pada 30 November 2024."Kita Banggar DPRD bekerja secara maksimal, artinya kami mengesahkan ini, untuk APBD kedepan, semoga pemda mulai bekerja maksimal dan bisa mengali potensi potensi PAD," pungkasnya.(afm)
Menembus Keterbatasan, Merawat Integritas: Kisah Inspiratif Prof. Zarkasi Raih Puncak Akademik UNJA
UNJA - BKKBN Jambi Kembali Teken MoU : Kerjasama Tanpa Implementasi Tidak Ada NIlainya!
Menkomdigi tegaskan LKBN ANTARA jadi garda terdepan jaga fakta & integritas informasi di era digital
Terbukti Pihak yang Berkepentingan, KI Jambi Kabulkan Permonan Informasi Soal Warkah Tanah
KUA-PPAS APBD 2025 Temui Titik Terang, Malam Ini DPRD Jambi Gelar Paripuna Kesepakatan
UNJA - BKKBN Jambi Kembali Teken MoU : Kerjasama Tanpa Implementasi Tidak Ada NIlainya!



