Capaian UHC Jambi Belum Optimal, BPJS Dorong Anggaran Pemda Untuk Warga Miskin



Kamis, 27 November 2025 - 18:06:47 WIB



Foto : Pihak BPJS Cabang Jambi Saat Paparan Tentang Capaian UHC, Rabu (26/11/2025).
Foto : Pihak BPJS Cabang Jambi Saat Paparan Tentang Capaian UHC, Rabu (26/11/2025).

JAMBERITA.COM - Capaian Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta di Provinsi Jambi dinilai belum mencapai titik optimal dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Meskipun demikian, BPJS Kesehatan Cabang Jambi menyebut progres yang ada saat ini sudah berjalan lumayan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi, Shanti, yang menyoroti perlunya dukungan anggaran dari Pemerintah Daerah untuk memastikan seluruh penduduk miskin terdaftar sebagai peserta JKN.

Shanti menjelaskan bahwa secara kewilayahan, capaian UHC di Jambi tidak merata. Beberapa daerah telah menunjukkan kemajuan signifikan, sementara daerah lain masih menghadapi tantangan.

"Capaian UHC di Jambi belum seoptimal provinsi lainnya, meskipun progresnya lumayan. Namun, di sisi lain, beberapa wilayah seperti Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dan Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Kota Jambi, dan Sarolangun sudah mencapai UHC dan menjadi prioritas," ungkap Shanti.

Tantangan utama yang masih dihadapi di beberapa kabupaten adalah adanya jeda waktu (masa tunggu) antara pendaftaran dan status aktif kepesertaan. Hal ini terlihat di wilayah Batanghari dan Muaro Jambi.

"Di Batanghari dan Muaro Jambi, ketika warga mendaftar hari ini, maka kepesertaan mereka baru bisa aktif pada bulan depan. Ini menjadi keluhan yang harus diatasi," tambahnya.

Untuk mengejar ketertinggalan dan mencapai UHC, BPJS Kesehatan Jambi menyatakan akan semakin proaktif dalam melakukan advokasi bersama Pemerintah Daerah. Advokasi ini berfokus pada pengalokasian anggaran daerah untuk menanggung iuran warga tidak mampu.

"Kami akan lebih aktif lagi bersama Pemda melalui Dinkes agar Pemerintah Daerah berkenan untuk menganggarkan sebagian besar penduduknya yang benar-benar tidak mampu dan menjadikan mereka kepesertaan JKN. Hal ini sangat krusial agar capaian UHC dapat terpenuhi," tegasnya.

Shanti menekankan bahwa advokasi ini dilakukan secara intensif kepada pimpinan tertinggi daerah, mengingat kepesertaan JKN bagi penduduk miskin merupakan kunci tercapainya jaminan kesehatan menyeluruh di Provinsi Jambi

Data per 1 November 2025 menunjukkan bahwa dari 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi, 5 di antaranya telah mencapai UHC dengan cakupan kepesertaan lebih dari 98%. Meskipun demikian, 7 dari 11 Kabupaten/Kota di Jambi belum mencapai status UHC.

Secara total, cakupan kepesertaan JKN Provinsi Jambi mencapai 3,67 Juta jiwa dari total penduduk 3,86 Juta jiwa, atau setara dengan 95,19% dari jumlah penduduk dengan Rincian Data Kepesertaan, berjumlah 3.674.773 jiwa dari total penduduk: 3.861.307 jiwa.(afm)





Artikel Rekomendasi