
Jakarta, 30/7 (ANTARA) - Berada tepat di jantung Jerman, Bildungswerk BAU Hessen-Thüringen e V (BiW) atau Pusat Pelatihan dan Pendidikan Lanjutan (AFZ) Erfurt, Thuringia, Jerman Tengah, menjadi salah satu pusat pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia terkemuka di Jerman.
Lembaga tersebut merupakan penyedia pendidikan dan pengembangan personel terkemuka di Jerman untuk sektor konstruksi. BiW menjembatani kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor tersebut dengan membantu perekrutan peserta, termasuk peserta internasional, dan pelatihan serta pengembangan personel untuk perusahaan di industri konstruksi.
Mereka menawarkan berbagai program orientasi karier, pelatihan kejuruan, dan pengembangan profesional yang komprehensif untuk peserta pelatihan, spesialis, dan manajer, termasuk peserta pelatihan atau calon pekerja migran terampil dari berbagai negara.
Lembaga tersebut memiliki lima bengkel pelatihan modern dan sekitar 20 ruang kelas, yang mendukung hingga 750 peserta per hari. Pusat pelatihan tersebut juga berfungsi sebagai lokasi ujian pusat untuk pelatihan vokasi Kamar Dagang, Industri, dan Kerajinan Jerman.
Bengkel-bengkel canggih dan alat-alat digital yang tersedia di lembaga itu memungkinkan pelatihan yang berorientasi pada praktik yang selaras dengan persyaratan industri saat ini.
Dalam kesempatan ANTARA melihat lembaga pelatihan tersebut selama rangkaian program kunjungan bertema Skilled Labour Migration pada awal Juli, Kepala Pusat Pelatihan Karl Heinz Pfünder mengatakan bahwa industri konstruksi Jerman saat ini benar-benar memberikan peluang bagi siapa pun untuk bekerja di sektor tersebut.
"Industri konstruksi di Jerman benar-benar memberikan peluang bagi siapa pun yang menginginkannya," kata dia.
BiW telah memberikan pelatihan kepada 1,5 juta pekerja yang bekerja di industri konstruksi di Jerman. Dari jumlah itu, sebesar 20 persen atau sekitar 300 ribu di antaranya adalah pekerja migran yang berasal dari berbagai negara.
Mereka memiliki 11 lokasi pelatihan yang tersebar di Negara Bagian Hesse dan Thuringia. Dan setiap tahun mereka meluluskan 5.000 orang, dan bekerja sama dengan 3.000 bisnis.
Setiap tahun, ada sekitar 50 ribu orang mengikuti pelatihan kualifikasi di BiW di dua negara bagian Jerman. Di antara peserta pelatihan tersebut, terdapat juga sekitar 1.500 peserta pelatihan dari 36 negara berbeda.
Beberapa bidang kompetensi yang disediakan selama pelatihan di BiW tidak hanya terkait mesin bangunan atau mesin konstruksi, tetapi juga teknologi bangunan dengan teknik sistem tegangan tinggi.
Dalam hal itu, BiW telah melakukan kerja sama pertukaran internasional dengan Vietnam untuk melatih dan menyediakan tenaga kerja untuk bidang tersebut. Sejak 1999, BiW juga telah mengerjakan berbagai proyek internasional dengan 36 negara berbeda.
Asesmen kebutuhan tenaga kerja
Mengingat sistem pelatihan ganda yang diterapkan di Jerman, di mana perusahaan bekerja sama dengan pusat pelatihan untuk menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan kompeten di bidangnya, dalam hal ini, BiW menyediakan pelatihan praktis tingkat tinggi melalui layanan internasional satu atap.
Layanan ini menjembatani perusahaan untuk memperoleh tenaga kerja terampil di bidang konstruksi dengan memberikan pelatihan praktis tingkat tinggi bagi peserta yang ingin bekerja di industri konstruksi di Jerman.
"Jadi, kami menyediakan layanan untuk bisnis konstruksi, dan juga bagi mereka yang ingin bergabung dengan bisnis konstruksi," kata Karl.
Untuk melakukan itu, BiW pertama-tama melakukan asesmen kebutuhan perusahaan dengan melihat jenis keterampilan dan pekerjaan apa saja yang dibutuhkan perusahaan mitranya itu.
"Satu tahun sebelum calon pelamar datang dari luar negeri, kami akan melakukan penilaian kebutuhan. Apa yang dibutuhkan perusahaan, keterampilan apa yang mereka butuhkan, dan jenis pekerjaan apa yang mereka butuhkan," katanya.
BiW memiliki mitra internasional, dan melalui kerja sama dengan mitra tersebut, mereka melakukan proses seleksi calon peserta pelatihan atau calon pekerja migran untuk direkrut di perusahaan mitra di Jerman, sehingga memungkinkan para peserta terpilih untuk memperoleh pelatihan di pusat pelatihan tersebut.
Bagi calon peserta pelatihan atau calon pekerja migran yang ingin mengikuti perekrutan dan pelatihan di Jerman, mereka harus mulai belajar Bahasa Jerman di negara asal hingga memperoleh sertifikat level B1, dan membawa berkas-berkas lain yang dibutuhkan.
Setelah memenuhi syarat keterampilan bahasa, dan memenuhi persyaratan lain yang dibutuhkan, BiW akan melakukan diskusi dengan perusahaan mitra untuk menentukan kemungkinan peserta atau pelamar yang terpilih, dan melakukan wawancara daring.
Setelah perusahaan dan pelamar terpilih menyepakati kontrak untuk bekerja dan mengikuti pelatihan, selanjutnya prosedur permohonan visa akan dimulai. Proses permohonan visa akan dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Federal Jerman.
Selanjutnya, pelamar juga diwajibkan memenuhi berkas persyaratan lain seperti asuransi jiwa, membuka rekening bank, dan telepon seluler.
Setelah para pelamar menyelesaikan proses perjanjian kontrak dan permohonan visa, mereka bisa datang ke Jerman dengan akomodasi yang disediakan perusahaan, dan mulai mengikuti pelatihan sekaligus bekerja di perusahaan yang menerima mereka di Jerman.
Hau Lam, peserta pelatihan dari Vietnam yang telah memasuki tahun keduanya, mengikuti pelatihan di BiW untuk menjadi tukang kayu.
Dia mengaku tidak menyangka akan menempuh proses tersebut dan awalnya memperoleh informasi tentang pelatihan tersebut di Internet. Dia lantas berdiskusi dengan orang tuanya untuk meminta izin mengikuti pelatihan sekaligus bekerja di Jerman untuk bidang tersebut.
"Orang tua saya mengatakan kepada saya bahwa ini adalah kesempatan untuk bisa mengikuti pendidikan dan pelatihan kejuruan di Jerman," katanya.
Salah satu tantangan mengikuti pelatihan dan bekerja di Jerman adalah penguasaan bahasa Jerman. Dalam hal itu, Lam mengaku mendapat banyak bantuan dari BiW, mulai dari bantuan kelas bahasa Jerman secara gratis selama di negara asal, hingga dukungan integrasi dan dukungan lain selama mengikuti pelatihan.
Sama seperti Lam, Duc Nam Nguyen yang telah mengikuti pelatihan dan menjadi pekerja di bidang pembangunan saluran, Tsiry landrimampianina dan Haja Thrimoson dari Madagaskar, yang juga telah bekerja sebagai pembangun jalan, mengaku menerima banyak dukungan dari awal perekrutan hingga mengikuti pelatihan dan sampai menjadi tenaga terampil di bidangnya masing-masing.
Oleh Katriana
Editor : Sapto Heru Purnomojoyo
Mengenal pusat pelatihan dan pengembangan pekerja terampil di Jerman
Mempertahankan sagu sebagai identitas dan ketahanan pangan lokal Papua
Tindak Lanjuti Reward & Punishment SAKIP, Gubernur Al Haris Patok Predikat BB Harga Mati


