DPRD Provinsi Jambi Sambut Positif Gagasan MPA-Air UNJA untuk Pencegahan Karhutla



Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:56:01 WIB



Foto : Ivan Wirata.
Foto : Ivan Wirata.

JAMBERITA.COM - DPRD Provinsi Jambi menyambut positif gagasan akademis terkait perubahan paradigma pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari pendekatan pemadaman (fire fighting) menjadi pencegahan berbasis tata kelola air (water management). Konsep Masyarakat Peduli Air (MPA-Air) yang digagas Akademisi Universitas Jambi (UNJA) dinilai mampu memperkuat kebijakan penanganan Karhutla di kawasan gambut.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, menyatakan bahwa pendekatan ilmiah ini sangat relevan dengan kondisi daerah Jambi yang kerap menghadapi risiko Karhutla berulang. Menurutnya, pencegahan harus dimulai jauh sebelum titik api (hotspot) muncul.

"DPRD menyambut baik gagasan akademis ini. Karhutla tidak boleh kita lihat hanya ketika api sudah muncul. Kalau secara ilmiah kita dapat membaca kondisi air, kekeringan gambut, dan faktor risiko jauh sebelum terjadi kebakaran, maka pendekatan pencegahan seperti inilah yang perlu kita dorong," ujar Ivan.

Ivan menegaskan, konsep MPA-Air tidak bertujuan menggantikan fungsi Masyarakat Peduli Api (MPA). MPA tetap bertugas saat ancaman api muncul, sedangkan MPA-Air bekerja lebih awal memantau tinggi muka air, menjaga tata air, dan mendorong tindakan dini.

Untuk mematangkan konsep tersebut, DPRD Provinsi Jambi menyarankan agar gagasan MPA-Air diuji coba terlebih dahulu melalui pilot project di beberapa desa gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

"Saya lebih setuju kita uji dahulu di beberapa desa prioritas. Tentukan indikator ilmiahnya, siapkan SOP, dan ukur hasilnya selama satu musim kemarau. Kalau efektif menurunkan risiko kebakaran, baru kita diperluas," jelas Ivan.

Selain pengujian di tingkat desa, DPRD mendorong integrasi data pemantauan air ke dalam jaringan Pos Karhutla dan dashboard pengendalian daerah. Ivan juga menekankan pentingnya keterlibatan dunia usaha untuk menjaga tata air di wilayah konsesi masing-masing, guna meringankan beban APBD.

DPRD Provinsi Jambi menyatakan kesiapannya untuk mengawal implementasi gagasan ini melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. DPRD juga sepakat agar indikator keberhasilan Karhutla tidak lagi hanya diukur dari luas lahan yang terbakar, tetapi dari luas lahan gambut yang berhasil dipertahankan tetap basah.

"Pesan utamanya sederhana: Jaga Air, Jaga Gambut, Cegah Kekeringan, Kurangi Risiko Api, Lindungi Masyarakat. Jaga airnya, cegah apinya. Jangan menunggu api besar baru kita bergerak," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi