JAMBERITA.COM– Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM, mengapresiasi langkah pemerintah melakukan modifikasi cuaca atau hujan buatan sebagai salah satu upaya menjaga ketersediaan air bagi tanaman pangan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Menurut tokoh yang dikenal luas sebagai bapak beasiswa Jambi yang akrab disapa SAH, ketersediaan air merupakan faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkan hujan buatan dinilai sebagai bentuk perhatian terhadap keberlangsungan produksi pangan nasional.
“Tanaman pangan membutuhkan air yang cukup. Ketika terjadi kekeringan atau curah hujan tidak mencukupi, tentu akan berdampak terhadap pertumbuhan tanaman dan pada akhirnya dapat memengaruhi produksi. Karena itu, upaya pemerintah melalui hujan buatan patut kita apresiasi,” ujar SAH.
Ia menilai kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga berupaya mengantisipasi berbagai risiko yang dapat mengganggu sektor pertanian.
SAH menegaskan, perlindungan terhadap tanaman pangan harus menjadi bagian penting dari strategi menjaga ketahanan dan swasembada pangan. Menurutnya, perubahan iklim membuat sektor pertanian menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kekeringan, perubahan pola musim, hingga ancaman kebakaran lahan.
“Petani membutuhkan kepastian, salah satunya kepastian ketersediaan air. Kalau air terjaga, tanaman tumbuh dengan baik, produksi meningkat dan kesejahteraan petani juga dapat diperkuat,” katanya.
Ketua HKTI Jambi tersebut juga mendorong agar modifikasi cuaca dilakukan secara terukur dan berbasis kebutuhan, terutama pada wilayah pertanian yang mengalami defisit air. Di sisi lain, pemerintah daerah bersama petani juga perlu memperkuat infrastruktur irigasi, embung, waduk, serta sistem pengelolaan air di tingkat usaha tani.
“Teknologi hujan buatan penting, tetapi harus berjalan bersama dengan pembangunan infrastruktur pertanian. Kita perlu membangun sistem yang membuat petani lebih tahan menghadapi perubahan cuaca,” jelasnya.
SAH berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, HKTI, kelompok tani dan seluruh pemangku kepentingan pertanian terus diperkuat. Dengan demikian, perlindungan terhadap tanaman pangan tidak hanya bersifat responsif ketika terjadi kekeringan, tetapi menjadi bagian dari kebijakan pertanian yang berkelanjutan.
“Menjaga air berarti menjaga tanaman, menjaga tanaman berarti menjaga pangan. Dan menjaga pangan berarti menjaga masa depan bangsa,” pungkasnya.(*)
Sambut Hari Lahir Kejaksaan ke-81, Kejati Jambi Gelar Donor Darah: “Kita Sehat, Mereka Selamat”
Jaga Ketahanan Pangan, SAH Apresiasi Upaya Pemerintah Hadirkan Hujan Buatan
Wacana Pengalihan Kewenangan PPPK ke Pusat: Jambi Berpotensi Hemat Rp200 M, DPRD Ingatkan Hal Ini
DPRD Jambi Targetkan APBD Perubahan 2026 Rampung September, Nasib Anggaran Rp57 M Kembali Dibahas
Sambut Hari Lahir Kejaksaan ke-81, Kejati Jambi Gelar Donor Darah: “Kita Sehat, Mereka Selamat”


