JAMBERITA.COM– Dalam rangka mendukung Program Presiden Prabowo Subianto Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM, yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi, menginstruksikan seluruh jajaran Partai Gerindra di Provinsi Jambi untuk menggelorakan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai gerakan nyata menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut surat DPP Partai Gerindra Nomor 01-0020/A/DPP-GERINDRA/2026 tertanggal 3 Januari 2026 tentang Gerakan ASRI, yang ditujukan kepada seluruh jajaran, kader, anggota dan simpatisan Partai Gerindra.
Dalam surat tersebut, DPP Partai Gerindra meminta seluruh jajaran menjadikan gerakan pembersihan sampah sebagai program kerja rutin dan tetap, dengan pelaksanaan minimal satu kali dalam seminggu. Sasaran kegiatan mencakup fasilitas umum, pasar, jalan lingkungan, saluran air, sungai hingga pantai.
SAH mengatakan, instruksi DPP tersebut harus diterjemahkan kader Gerindra di Jambi dalam bentuk aksi nyata dan berkelanjutan. Menurutnya, Gerakan ASRI sangat relevan dengan semangat perjuangan Gerindra yang menempatkan kerja sama dan gotong royong sebagai salah satu prinsip dasar perjuangan partai, sekaligus memberi perhatian pada persoalan lingkungan hidup.
“Gerakan ASRI harus kita hidupkan sebagai gerakan bersama. Kader Gerindra harus turun langsung, bergotong royong bersama masyarakat menjaga lingkungan agar aman, sehat, resik dan indah,” ujar SAH.
Ia menegaskan, semangat tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Kebersihan lingkungan harus menjadi bagian dari budaya kerja kader dan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
Bagi SAH, gerakan membersihkan lingkungan merupakan bentuk sederhana dari semangat gotong royong. Ketika kader bersama masyarakat membersihkan fasilitas umum, saluran air, pasar, sungai maupun lingkungan permukiman, yang dibangun bukan hanya kebersihan fisik, tetapi juga kepedulian dan tanggung jawab sosial.
“Membersihkan lingkungan adalah tindakan sederhana, tetapi dampaknya besar. Yang kita bangun bukan hanya lingkungan yang bersih, tetapi juga budaya disiplin, kepedulian dan gotong royong masyarakat,” tegasnya.
Menurut SAH, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, organisasi sosial, komunitas dan seluruh elemen bangsa agar kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat terus dikurangi.
Karena itu, ia meminta kader Gerindra tidak hanya turun melakukan aksi kebersihan, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi masyarakat. Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, menjaga fasilitas umum dan merawat lingkungan harus dibangun secara terus-menerus.
“Gerakan ini harus menyentuh kesadaran masyarakat. Jangan sampai setelah dibersihkan, besok sampah kembali menumpuk. Karena itu, edukasi dan keteladanan harus berjalan bersama,” katanya.
Selain gerakan pembersihan, SAH juga mendorong jajaran Gerindra untuk berperan aktif dalam program zero waste maupun waste to energy, serta mengupayakan tersedianya tempat-tempat sampah di ruang publik sebagaimana menjadi bagian dari instruksi DPP.
Ia menilai pendekatan tersebut sejalan dengan semangat perjuangan Gerindra dalam mendorong pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam manifesto perjuangannya, Gerindra menempatkan lingkungan hidup dan kehutanan sebagai salah satu bidang perjuangan partai.
“Lingkungan hidup adalah bagian dari kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, menjaga lingkungan harus menjadi gerakan bersama dan dilakukan secara konsisten,” ujar SAH.
SAH juga mengingatkan seluruh struktur partai agar menerjemahkan Gerakan ASRI sesuai kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing. Pengurus DPD, DPC hingga jajaran kader dan simpatisan diharapkan dapat menginisiasi kegiatan secara rutin dengan melibatkan masyarakat.
Ia menekankan, politik kerakyatan tidak hanya berbicara mengenai kebijakan, tetapi juga mengenai kehadiran dan kerja nyata di tengah masyarakat.
“Gerindra harus hadir di tengah rakyat dengan kerja nyata. Semangat gotong royong harus kita bawa ke berbagai bidang kehidupan, termasuk menjaga lingkungan. Inilah cara sederhana kita memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tuturnya.
Menurut SAH, Gerakan ASRI juga dapat menjadi sarana memperkuat hubungan antara kader Gerindra dengan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan bersama akan membuka ruang komunikasi sekaligus membangun kebersamaan tanpa sekat.
“Semangatnya adalah bersama-sama. Mulai dari lingkungan kita sendiri, ajak masyarakat, lakukan secara rutin dan jadikan kebersihan sebagai budaya,” katanya.
SAH berharap Gerakan ASRI di Provinsi Jambi dapat berjalan secara konsisten dan berkembang menjadi gerakan sosial yang melibatkan semakin banyak masyarakat.
“Jadikan ASRI sebagai gerakan yang terus hidup. Aman lingkungannya, sehat masyarakatnya, resik tempatnya dan indah wilayahnya. Kalau dilakukan bersama-sama, insyaallah manfaatnya akan dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(*)
Aktualisasi Manifesto Partai, SAH Intruksi Kader Gerindra Jambi Lakukan Gerakan Aman, Sehat, & Resik
Ahli BPKP Tak Bisa Buktikan Kerugian, Audit Kasus Tirta Mayang Dinilai Hanya Berdasarkan 'Katanya'
Edi Purwanto Kawal Ratusan Miliar Dana Pusat untuk Infrastruktur Jalan Padang Lamo Tebo & Tanjabtim
SAH Tegaskan Keseriusan Presiden Prabowo Selamatkan Sawah Petani Jambi Dari Kekeringan
Hafiz Akui Rp25 M Bergeser ke Disdik, Tapi Belum Ungkap Program PUTR yang Dipangkas
DPRD Dapil Tanjabtim Minta Pemprov Jambi Anggarkan Operasional Gakkum Zero ODOL 2027
Londerang Kembali Terbakar, Gubernur bersama Rombongan Turun ke Lokasi, Uji Zat Pemadam Gambut



