JAMBERITA - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Skema Penerapan IPTEK (PPMPI) dari Jurusan Kehutanan Universitas Jambi (UNJA) melaksanakan kegiatan pengabdian bertajuk “Penerapan Smart Patrol Berbasis Masyarakatuntuk Penguatan Keamanan dan Fungsi Hidrologi Hutan Adat Datuk Rangkayo Mulio”.
Kegiatan sosialisasi dan pengenalan penggunaan Smart Patrol tersebut berlangsung pada Selasa (25/08/2026) di Sekretariat Lembaga Pengelola Hutan Adat (LPHA) Datuk Rangkayo Mulio, Dusun Baru Pelepat, Kabupaten Bungo. Inisiatif ini menjadi langkah awal mendorong pengawasan hutan adat berbasis data spasial digital.
Tim PPMPI UNJA diketuai oleh Femei Rahmilija, S.Hut., M.Si., dengan anggota dosen yang terdiri dari Bakti Mandala, S.Hut., M.Si., Ir. Richard R.P. Napitupulu, S.Hut., M.Sc., Hafizah Nahlunnisa, S.Hut., M.Si., dan Wahyu Nazri Yandi, S.Hut., M.Si. Kegiatan ini juga menghadirkan praktisi kehutanan, Ricky Danang Pratama, S.Si., untuk memberikan materi penggunaan Spatial Monitoring and Reporting Tool (SMART) Patrol.
Pelatihan dan sosialisasi ini diikuti oleh tujuh orang anggota LPHA Datuk Rangkayo Mulio, termasuk Datuk Malek selaku Ketua LPHA, serta anggota lainnya yaitu Susilawati, Danu Prayugo P., Jimun, Abdul Rochman, Nyono S., dan Anas L.
Melalui sistem SMART Patrol, pengelola hutan dapat mencatat jalur patroli (tracking), menandai lokasi temuan penting (waypoint), serta mendokumentasikan kondisi lapangan berupa foto dan koordinat lokasi secara real-time menggunakan smartphone. Seluruh data hasil pemantauan akan terintegrasi dalam basis data SMART untuk membantu pengelola menganalisis kondisi kawasan serta menyusun prioritas pengawasan secara presisi.
Penerapan teknologi ini diharapkan mampu memperkuat sistem pemantauan konvensional yang selama ini berjalan. Dengan dokumentasi yang terstruktur, data hasil patroli tidak sekadar menjadi catatan lapangan, melainkan menjadi basis data spasial yang sah untuk mendukung pengambilan keputusan tata kelola hutan.
Ketua Tim PPM UNJA, Femei Rahmilija, S.Hut., M.Si., menegaskan bahwa integrasi teknologi ini hadir bukan untuk menggeser kearifan lokal.
“Teknologi ini bukan untuk menggantikan peran masyarakat adat dalam menjaga hutannya, melainkan memperkuat sistem pengawasan yang sudah berjalan agar data hasil patroli terdokumentasi lebih baik dan menjadi dasar kuat dalam pengelolaan hutan,” jelasnya.
Pihak LPHA Datuk Rangkayo Mulio juga menyambut positif inisiatif ini dan mengapresiasi kontribusi akademisi UNJA. Menurutnya, pengenalan teknologi ini sangat penting dalam memperkuat tata kelola LPHA agar masyarakat dapat menjaga dan mengelola hutan adat secara mandiri.
Tim berharap pengenalan Smart Patrol menjadi pijakan awal bagi LPHA Datuk Rangkayo Mulio dalam membangun sistem pengawasan hutan yang terstruktur dan berkelanjutan. Dengan begitu, fungsi ekologis maupun hidrologis kawasan hutan adat tersebut dapat terus terjaga demi keberlangsungan generasi mendatang.
Selengkapnya : www.unja.ac.id
Audit Cacat dan Tebang Pilih, Kasus Perumda Tirta Mayang Ciderai Keadilan!
Audit BPKP Tak Temukan Kerugian Negara, Kasus Perumda Tirta Mayang Dinilai Dipaksakan
Batang Hari Bersiap Revitalisasi Benteng Tembesi dan Bangun Museum Sejarah
PKKMB PBSI UNJA 2026: Sambut Mahasiswa Baru, Bangun Semangat untuk Tumbuh dan Berkarya
Perkuat Tata Kelola Pendidikan, FH UNJA dan Disdik Gelar Sosialisasi Kolaborasi Kewenangan Daerah
FH Unja Edukasi 1.000 Lebih Pelajar SMAN 1 Muaro Jambi soal Kawasan Tanpa Rokok
'Babak Belur Dibuatnya' Seloroh drg Iwan Saat Terima Putusan Menang RSUD Raden Mattaher dari Gugatan



