Waka DPRD Jambi Desak Disdik Tuntaskan Dugaan Pengeroyokan di SMAN Titian Teras



Selasa, 06 Oktober 2026 - 16:47:38 WIB



Foto : Waka DPRD Jambi.
Foto : Waka DPRD Jambi.

JAMBERITA.COM - Wakil Ketua (Waka) I DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi segera menuntaskan pemeriksaan terkait dugaan pengeroyokan terhadap seorang siswa di lingkungan SMAN Titian Teras Abdurrahman Sayoeti.

Waka DPRD Provinsi Jambi yang juga merupakan mantan Ketua Komite SMAN Titian Teras tersebut menyatakan keprihatinannya atas dugaan kekerasan yang mencuat di lingkungan sekolah, termasuk kawasan asrama.

“Saya prihatin atas dugaan kekerasan yang diberitakan terjadi di lingkungan SMAN Titian Teras. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh siswa, termasuk di lingkungan asrama,” ujarnya, Selasa (6/10).

Ia meminta Disdik melakukan pemeriksaan secara objektif untuk memastikan duduk perkara dugaan pengeroyokan tersebut.

Menurutnya, proses pemeriksaan juga harus memberikan perlindungan terhadap korban dan saksi serta memastikan tidak terjadi intimidasi maupun tindakan balasan terhadap siswa yang memberikan keterangan.

“Saya mendorong Disdik menuntaskan pemeriksaan secara objektif, melindungi korban dan saksi, serta menyampaikan hasil dan tindak lanjutnya secara jelas kepada pihak terkait,” katanya.

Selain itu, ia meminta hak korban untuk mendapatkan pendidikan tetap terlindungi selama proses penanganan berlangsung.

“Saya juga meminta agar hak belajar korban tetap terlindungi dan tidak ada intimidasi atau tindakan balasan kepada siswa yang memberikan keterangan,” tegasnya.

Ia menegaskan, apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran, maka penanganannya harus dilakukan sesuai aturan dan kewenangan yang berlaku.

“Apabila ditemukan pelanggaran, penanganannya harus dilakukan sesuai aturan dan kewenangan,” ujarnya.

DPRD Provinsi Jambi, lanjutnya, akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan dugaan kasus tersebut ditangani secara serius dan transparan.

“DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan agar kasus ini ditangani secara serius, transparan, dan disertai perbaikan sistem pengawasan siswa,” katanya.

Sebelumnya, dugaan pengeroyokan tersebut mencuat setelah seorang siswa mengaku mengalami kekerasan di salah satu kamar asrama pada Minggu malam, 20 September 2026 lalu.

Korban mengaku mendapat tamparan pada bagian telinga yang kemudian disusul tendangan dan pukulan. Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami sakit dan dengungan pada telinga.

Disdik sebelumnya telah merespons informasi tersebut dengan menurunkan tim dari bidang GTK dan bidang SMA ke SMAN Titian Teras untuk melakukan penelusuran.

"Kepsek juga harus berani bicara mengenai ini dan membuka persoalan ini secara transparan," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi