Progres RSUD Raden Mattaher Jambi Selama 2 Tahun Dipimpin drg Iwan Hendrawan, Ini Capaiannya



Jumat, 28 Desember 2018 - 09:19:49 WIB



JAMBERITA.COM - Plt Direktur Utama RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi drg Iwan Hendrawan menyampaikan laporan eksekutif progres pembangunan dari tahun 2016 hingga dengan akhir tahun 2018 ini, Jum'at (28/12/2018).

Sebagaimana diketahui, drg Iwan Hendrawan sendiri awalnya dilantik menjadi Direktur SDM dan Peningkatan Sarana dan Prasarana definitif (15/8/16). Berselang beberapa bulan berjalan Ia kembali dilantik sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama di Era Gubernur Jambi Zumi Zola (16/12/16) lalu, sampai sekarang.

Dikatakannya, RSUD Raden Mattaher adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan perseorangan secara paripurna, yang mengutamakan pengobatan, pemulihan tanpa mengabaikan peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit yang dilaksanakan melalui penyediaan pelayanan rawat inap, rawat jalan, gawat darurat (Emergency) dan tindakan medik serta pelayanan unggulan.

"Secara umum kebijakan yang dilakukan oleh RSUD Raden mattaher dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan rumah sakit sebagai rujukan Provinsi Jambi, baik yang bersifat administratif, keuangan dan organisasi," katanya.

Mengacu pada Peraturan Presiden nomor 29 tahun 2014 tentang sistem akuntabilitas kinerja pemerintah berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas fungsi dan peranannya dalam pengelolaan sumber daya dan sumber dana, serta kewenangan yang ada yang dipercayakan kepada publik.

"Untuk itu, rumah sakit dalam rangka mewujudkan visi dan misi pemerintah Provinsi Jambi yaitu Jambi tuntas 2021 menetapkan, visi rumah sakit pilihan dengan pelayanan kesehatan paripurna dan rumah sakit pendidikan yang berkualitas," terangnya.

Dari visi tersebut itulah, RSUD Raden mattaher Jambi dengan memperhatikan tugas pokok dan fungsi merumuskan misinya sebagai berikut, pertama, mengembangkan pelayanan kesehatan unggulan dan paripurna serta memberikan pelayanan kesehatan individu yang berkeadilan sesuai standar, kecukupan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan untuk menjamin kepastian pelayanan pendidikan kesehatan.

"Mengembangkan kompetensi dalam sikap, perilaku, keterampilan dan ilmu pengetahuan seluruh SDM secara berkesinambungan sesuai standar kompetensi nasional dan internasional," jelasnya.

Pihaknya juga menyelenggarakan administrasi dan pengelolaan keuangan secara transparan, akuntabel, dan terintegrasi serta mengembangkan sistem informasi manajemen rumah sakit yang terintegrasi, mewujudkan rumah sakit Raden mattaher sebagai rumah sakit pendidikan yang terakreditasi, melalui penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, penelitian. "Untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas," ujarnya.

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Rumah Sakit Raden mattaher, lanjut Iwan. Sesuai dengan tugas pokok berdasarkan peraturan gubernur Nomor 6 Tahun 2011 yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan upaya penyembuhan, pemulihan, peningkatan, pencegahan pelayanan rujukan, penyelenggaraan, pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan serta pengabdian masyarakat.

"Untuk menyelenggarakan hal tersebut, rumah sakit mempunyai fungsi, pertama perumusan kebijakan teknis di bidang pelayanan kesehatan dan pelayanan penunjang dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang pelayanan kesehatan," tambahnya.

Serta penyusunan rencana dari program monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan kesehatan, pelayanan medis pelayanan penunjang medis dan non medis, pelayanan keperawatan, pelayanan rujukan, pelaksanaan pendidikan, pelatihan pelaksanaan penelitian dan pengembangan serta pengabdian masyarakat, pengelolaan keuangan dan akuntansi, pengelolaan urusan SDM, hukum, hubungan masyarakat, organisasi dan tatalaksana serta rumah tangga perlengkapan dan umum.

Sebelumnya permasalahan pembangunan sarana dan prasarana yang dihadapi pada tahun 2016 yaitu, listrik yang sering mati, sedangkan genset tidak mampu mengatasinya karena mengalami kerusakan sehingga mengganggu pelayanan, kedua mesin Oksigen yang sering mengalami problem sehingga mengganggu suplai oksigen ke gedung rawat inap, ketiga alat CT Scan yang rusak MRI yang mengalami kerusakan, persoalan gedung yang banyak bocor sehingga tidak maksimalnya penggunaan tempat tidur di rawat inap, persoalan air yang terkendala karena pipa banyak yang bocor serta mesin yang sering rusak, dan keenam SIMRS (sistem informasi manajemen rumah sakit) yang sering mengalami trouble.

"Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan itu, listrik telah diselesaikan dengan melakukan penyambungan listrik dua jalur bekerjasama dengan PLN sehingga penggunaan genset dapat diminimalisir," ungkapnya.

Persoalan mesin oksigen, itu terang Iwan telah ditangani dengan ISO/kerjasama dengan pihak ketiga sehingga suplai oksigen sudah teratasi, namun dikarenakan instalasi pipa oksigen tidak sesuai standar sehingga kebocoran sangat tinggi dan hal ini sedang ditangani untuk evaluasi kebocoran yang terjadi.

"Soal CT-SCAN sudah diperbaiki dan dapat difungsikan sebagaimana mestinya, dan perbaikan gedung sudah diupayakan dan penggunaan tempat tidur sudah dilakukan dengan penganggaran di APBD 2018 sedang dilakukan untuk rehab berat gedung perawatan, kemudian pipa air yang bocor telah dilakukan perbaikan dan mesin telah dilakukan penggantian dan untuk SIMRS telah dilaksanakan pemasangan instalasi jaringan yang baru dan sekarang sedang dilakukan penambahan jaringan," ungkapnya.

Sementara pengembangan dan penambahan sarana dan prasarana rumah sakit dan sepanjang tahun 2016 hingga ke 2018 yaitu mulai dari gedung instalasi Super VIP, gedung farmasi, gedung laboratorium, gedung TB MDR, kendaraan atau ambulans dan ambulans jenazah. Dan peralatan canggih mulai dari CT-SCAN, Echo Cardiografy, Endoskopy, Neuro Vavigasi, Ultrasonografy, peralatan Hemodialisa, Laser Dermatology, Mammografy dan Pleuroscopy.

"Yang dalam proses di tahun 2018 ini itu gedung TB MDR, gedung pemulasaran jenazah, sistem integrasi ruang operasi (Siro) kendaraan UTDRS, Bronocoscopy, laparoscopy, mesin anastesi, elektro Encephalo Graphi, CT Scan 128 Slide dan SWL," tuturnya.

Program pembangunan tersebut dan pengadaan alat yang canggih itu ditunjukkan untuk pemenuhan sarana dan prasarana, guna peningkatan kualitas pelayanan mengingat Rumah Sakit Raden mattaher merupakan rumah sakit tipe B pendidikan dan merupakan rumah sakit rujukan regional Provinsi Jambi.

Soal jumlah SDM tenaga kesehatan yang mengikuti pendidikan tahun 2016-2018 sebanyak 31 orang, sebelumnya di tahun 2016 itu sebanyak 14 orang, kemudian ditambah tahun 2016-2018 sampai saat ini sebanyak 17 orang, baik yang dibiayai dari Kemenkes, APBD provinsi dan dari pihak lain.

Menurutnya, program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas SDM yang ada di rumah sakit, termasuk program peningkatan dokter spesialis guna memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis di Rumah Sakit Raden Mattaher, saat ini memerlukan penambahan dokter spesialis (PPDS) bedah saraf, bedah torak untuk pengembangan pelayanan yang lebih lanjut.

"Di bidang pelayanan sebagai rujukan rumah sakit tipe B pendidikan dan rumah sakit rujukan Provinsi Jambi juga menyelenggarakan program pelayanan unggulan yaitu Cathlab untuk penyakit jantung dan juga Hemodoelisa bekerjasama dengan vendor yang baru-baru ini diresmikan oleh Pak PLT Gubernur," tambahnya.

Berjalannya program pelayanan TB MDR di mana selama ini provinsi Jambi tidak melakukan pelayanan ini, kemudian RSUD juga melakukan penambahan ruang rawat inap kelas 1 untuk pasien Chatlab dan jantung dan pihaknya memastikan tempat pendaftaran informasi ketersediaan tempat tidur sehingga pasien tidak mencari langsung ketersediaan tempat tidur dan pelayanan mobil jenazah gratis untuk masyarakat provinsi Jambi yang tidak mampu.

"Alhamdulillah pelayanan mulai dari tahun 2016-2017 terlihat bahwa terjadi peningkatan untuk kunjungan rawat inap itu 6,77 persen, maupun rawat jalan 9,25 persen, hal ini dibarengi dengan penambahan jumlah tempat tidur sebanyak 78 unit, atau 21,37 persen serta peningkatan kualitas pelayanan, selain melayani pasien umum dan BPJS rumah sakit juga melayani masyarakat tidak mampu melalui program Jamkesmas, KIS, SKTM yang jumlahnya juga meningkat atau sekitar 40,27 persen," ungkapnya.

Dengan gambaran ini kata Iwan, dapat di lihat kelemahan-kelemahan untuk dapat diperbaiki mengenai pelayanan yang masih kurang efektif dan efisien, meningkatkan pelayanan yang masih kurang dan mempertahankan yang sudah baik. Demikian pelayanan dengan pengabdian akan terwujud sebagaimana yang diharapkan masyarakat yang membutuhkan, dan pemerintah daerah sebagai pemilik serta kepuasan kerja bagi para pegawai rumah sakit Raden mattaher Jambi.

"Semoga ini dapat menjadikan suatu gambaran singkat, tentang seberapa jauh progres atau kemajuan yang terjadi di rumah sakit dalam kurun waktu 2016- 2018 dalam rangka peningkatan kemampuan pelayanan yang dapat diberikan rumah sakit dalam melaksanakan tugas dan fungsinya," pungkasnya.

Berdasarkan daftar peralatan canggih yang mendukung jalanya pelayanan di RSUD Raden Mattaher itu saat ini terdapat puluhan alat-alat kesehatan yang menunjang, mulai dari CT-scan dan Slice (pemeriksaan radiologi), Peralatan Echocardiography (pemeriksaan jantung), Holter (pemeriksaan jantung), Stres Test System, Endocopy, (pemeriksaan penyakit dalam), Laparoscopy (penyakit dalam), Ultra Sonography, Ultra Sonography 4 dimensi (pemeriksaan penyakit dalam dan kandungan).

Ventilator, Ventilator Neonatus, Patient monitor, CPAP, itu merupakan perlengkapan ICU/ICCU/HCU/PICU. Peralatan Patologi Anatomi (Pemeriksaan laboratorium anatomi), peralatan Patologi klinik (laboratorium klinik), Phacomultification (Operasi mata), Laser Dermatologi, (pemeriksaan kulit), Mesin Anastesi (Peralatan Kamar Operasi), Elektro Encephalo Graphi (Pemeriksaan Saraf).

C-ARM (Pemeriksaan Radiologi), Panoramic (Pemeriksaan khusus gigi), MRI, Causa Exceel, Operating Microscope, USG Mata, Treadmill, Chatlab Angiography (Operasi jantung), Neuro Navigasi (Bedah Saraf), Mammografy (Radiologi Khusus Payudara), Flouroscopy, Laser Lumenis (Operasi Urologi), ESWT (Rehab Medik dan Urologi), CT-scan 128 Slince, Stasionary X-Ray dan Archtect.(afm)



Artikel Rekomendasi