JAMBERITA.COM - Pengamat Sosial sekaligus Dosen Ilmu Politik di STISIP NH Burlian Senjaya berharap di usia ke 62 Tahun Provinsi Jambi ini pejabat eksekutif dan legislatif dapat move on dari kasus suap ketok palu yang menjerat kepala daerah hingga belasan anggota DPRD.
"Masyarakat harus memberikan support kepada pemerintah, jangan kita bully, tetapi dapat memberikan informasi-informasi yang barangkali bisa menunjang proses pembangunan kedepan di Provinsi Jambi," ungkapnya saat dijumpai jamberita.com, Selasa (8/1/2019).
Burlian melanjutkan, HUT Jambi seharusnya menjadi momentum seluruh lapisan masyarakat untuk introspeksi diri dengan kondisi sekarang ini. Bukan hanya ditekankan kepada pejabat pemerintah (eksekutif dan legislatif) tetapi juga kepada masyarakat.
"Jadi seluruh elemen kita harus introspeksi diri tentang hal hal yang dilakukan sebelumnya, nah kedepan artinya masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dilakukan oleh pemerintah," terangnya.
PR yang dimaksud, baik dari sisi pembangunan infrastruktur, sosial kemasyarakatan terlebih lagi membangun sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Jambi ini. Karena menurut Burlian, yang diharapkan Provinsi Jambi ini yaitu prestasi yang dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat.
"Sekarang ini bukan lagi menyalahkan baik eksekutif maupun legislatif dan sebagainya, tetapi bagaimana PR Pemerintah Provinsi Jambi dalam hal ini Gubernur, aparat dan jajaran untuk menyelesaikan PR-PR yang harus diselesaikan," jelasnya.
Berkaitan dengan kasus suap RAPBD Provinsi Jambi yang menyeret orang nomor satu di Jambi beserta beberapa pejabat dan 12 anggota DPRD Provinsi Jambi yang sudah ditetapkan menjadi tersangka KPK, Burlian menilai biarlah berproses secara hukum dan lihat saja sejauh mana kebenaran kasus tersebut terungkap.
"Kondisi sekarang ini kita harus cepat move on. Kalau tidak bisa, kapan kita untuk bangkit, justru di momen ulang tahun Jambi ini momen kita untuk bangkit," jelasnya.
Memang di HUT Jambi ini sudah menjadi harapan bagi masyarakat bahwa Provinsi Jambi dapat menunjukkan sebuah prestasi di mata nasional, tetapi malah terjadi suatu musibah. "Tetapi musibah ini bukan berarti kita tidak bisa untuk menjadi lebih baik lagi, artinya pemerintah harus bergandengan tangan," tambahnya.
Kedepan dengan kondisi sekarang ini, menjadi pelajaran penting bagi seluruh lapisan masyarakat terutama bagi generasi yang hari ini memimpin dan mempunyai peran untuk membuktikan bahwa mereka bisa melakukan sebuah perubahan yang sudah terjadi.
"Artinya walaupun Jambi dilanda musibah, Pemerintah harus bisa meyakinkan masyarakat Provinsi Jambi bahwa persoalan ini bisa diatasi, roda pemerintahan tetap berjalan dan proses pembangunan tetap berjalan, nah ini harus diyakinkan pemerintah," tegasnya.
Selain itu juga, bahwa generasi penerus di Provinsi Jambi masih banyak kesempatan dan masih banyak yang memiliki prestasi. Terutama itu generasi-generasi politik baru yang saat ini tengah berjuang untuk maju di Pileg April 2019 mendatang.
"Ini menjadi bahan pembelajaran penting. Jangan sampai terulang lagi, kalau terulang lagi, ya kita bukan dikenal dengan prestasi tetapi dikenal dengan perilaku perilaku yang justru menyimpang," tambahnya.
"Artinya generasi politik jangan menciptakan kasus yang baru, tetapi kita harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa ini (kasus ketok palu) tidak akan terulang lagi, dan bahwa memang keterwakilan itu memenuhii aspirasi aspirasi masyarakat," pungkasnya.(afm)
Ali Sudah Bayar Denda Rp20 Juta Karena Buang Sampah Sembarangan
Warganya Didenda Rp 20 Juta Karena Buang Sampah Sembarangan, Fasha: Ini Pembelajaran Bagi Masyarakat
Unik... Begini Tradisi Satuan Kodim Batanghari Sambut Calon Dandim
Ini Nama Dandim Baru yang Akan Pimpin Kodim 0415/ Batanghari, Serah Terima Akan Dilakukan Besok
Hadir di Pelantikan Prsiden dan Wapres BEM Unbari, Ketua HMI: Semoga Amanah
Soal Rumah Sakit tak Lagi Terima Pasien BPJS, Dinkes Provinsi Jambi: Warga Jangan Cemas


Gubernur Al Haris Lepas Tim DBL Jambi, Siap Harumkan Nama Daerah di Ajang Nasional



