Murady : Sandi Akan Semujur Adam Malik



Sabtu, 26 Januari 2019 - 09:04:10 WIB



Murady saat mendampingi Sandi motong karet
Murady saat mendampingi Sandi motong karet

JAMBERITA.COM- Sandiaga Salahuddin Uno hadir di tengah Pasar Tradisional Angso Duo, Kota Jambi, Jumat Pagi (25/1/2019). Ia didampingi sahabatnya Murady Darmansyah dan rombongan, Sandi datang menyapa para pedagang.

Mayoritas kaum perempuan. Khususnya para emak-emak. Sorak sorai kaum ibu menyambut kedatangan calon wakil presiden nomor 02 itu. Mereka seolah melupakan kesusahan dalam berdagang. Pria akrab disapa Sandi itu tiba sekitar jam 9.45 pagi. Hari itu pasar memang lebih ramai dari biasanya. Semua berebut berjabat tangan dengan pendamping calon presiden Prabowo Subianto tersebut.

Sandi hari itu memakai kemeja berkerah berwarna biru. Bertuliskan Sandi Uno di dada sebelah kanan. Sejak keluar dari mobil, Sandi terus menunjukkan senyum mengembang. Mencoba mendekati warga. Berkomunikasi langsung. Bersalaman. Menyodorkan tangan sambil terus memberi senyum terbaiknya.

Tampilan kasual Sandiaga selama berkampanye menjadi kebiasaannya. Pakaian andalannya adalah kemeja biru muda dan celana panjang warna krem. Menarik pandangan. Terlihat segar dan adem. Begitu kata banyak kaum ibu dan pendukung Sandi berpendapat mengenai tampilannya.

Kampanye di pasar memang menjadi target pasangan Prabowo-Sandiaga. Mereka terus menggaungkan tentang ekonomi. Salah satu fokus penting bagi mereka. Pasar dianggap punya peran kuat. Sebab mereka banyak mendengar keluhan banyaknya harga bahan pokok terus melambung.

Kehadiran mereka sekaligus untuk meyakinkan warga dengan pelbagai program timnya.

Agenda kampanye di pasar tentu tak ingin dilewatkan Sandi. Dia berkeliling pasar Angso duo pagi ini. Tingginya antusias warga, membuat Sandi hanya masuk ke bagian tengah pasar. Banyak warga berdesakan. Ingin melihat langsung calon pemimpinnya di Pilpres 2019 nanti.

Ketika berada di blok penjual sayuran, Sandi berhenti. Menyempatkan dialog dengan pedagang. Menanyakan harga dan mendengar keluhan mereka. Tanpa basa-basi, dia menjanjikan akan menurunkan harga bahan pokok.

Bukan cuma itu. Janji lainnya adalah ingin mencetak pengusaha muda. Program ini penting. Sandi beralasan itu perlu dihadirkan demi menekan angka pengangguran. Inti semua pernyataan Sandi pagi ini, yakni menjanjikan kesejahteraan ekonomi. dia menyerukan agar warga memilih nomor 02 di kotak suara nanti.

“Pilih nomor berapa?” kata Sandi. “Nomor dua. Sukses ya, Say!,” jawab kaum emak antusias. Tidak lupa. Sandi juga menutup kunjungan di Pasar Angso Duo dengan teriakan, “Takbir.”

“Allahu Akbar,” jawab warga teriak serempak.

Tiga puluh menit berselang. Rombongan meninggalkan pasar. Bergegas menuju lokasi kedua. Menggunakan kendaraan Innova bersama Murady Darmansyah. Berjarak 36 km dari pasar. Sandi kali ini melakukan dialog dengan petani karet Desa Muhajirin, Muarojambi. Dia mendengar langsung keluhan petani karet disana. Yang membuat ekonomi petani kini hancur. Karena satu kilo harga karet tak dapat satu kilo beras. Sangat menyedihkan.

Sambutan serupa juga terjadi di lokasi kedua. Hanya saja, jumlah warga tak sebanyak di pasar. Warga setempat sudah menanti kehadiran sosok satu ini. Kebetulan, Desa Muhajirian merupakan satu-satunya daerah di Provinsi Jambi yang pernah di datangi Wakil Presiden.

Dulu, di era Presiden Soeharto, Desa Muhajirin pernah didatangi Wapres Adam Malik. Dia datang menggunakan helikopter. Saat itu, harga karet di Desa Muhajirin masih mahal. Satu kilo karet bisa mendapat 3 kilo beras. Tapi, sekarang satu kilo karet tidak bisa untuk membeli satu kilo beras.

“Siapa yang mau bebas dari utang?, Siapa yang mau harga karet mahal lagi?,”tanya Sandi ke warga.

“Saya bersyukur bisa kesini. Mudah-mudahan, Saya bisa mengikuti jejak Adam Malik menjadi Wapres. Karena fokus Prabowo-Sandi adalah membangun ekonomi masyarakat,”jelasnya.

Terik matahari siang itu menyengat. Di sekitar lokasi masih banyak rumput dan pohon karet. Sandi masuk ke bibir hutan. Di sini dia tak berorasi politik. Hanya menjajal cara menyadap karet. Meski masih asing. Tapi Sandi terlihat langsung lihaio menyadap karet.

Setelah beberapa waktu, Sandi berdialog dengan warga. Mereka berbincang. Membahas kondisi ekonomi warga.

Terlihat Sandi mendengarkan cerita warga. Tentang jatuhnya harga karet. Beberapa perwakilan komunitas juga ikut bergabung. Sesekali Sandi bertanya. Lalu mendengarkan dan mengamati keluhan warga.

20 puluh menit berlalu. Diskusi diakhiri. Sandi didampingi Murady Darmansyah lekas naik kendaraan. Dia harus bergegas ke agenda selanjutnya. Melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Agung AL Falah.

Pukul 12 siang. Sandi sudah tiba di masjid seribu tiang itu. Namun setibanya disitu, Sandi justru disambut ribuan masyarakat. Mereka sengaja berkumpul dan sholat Jumat disana. Karena ingin bertemu Sandiaga Uno.

Saat berjalan ruangn wudhu, tak hentinya dia dimintai foto bersama. Para pengawal pun kewalahan menghalau jamaah. Sejumlah ajudan tampak kewalahan menghadapinya.

Usai Sholat. Sandi masih tetap di kejar Jamaah. Untuk berselfi. Bahkan, antusias warga membuat suasana makin histeris. Tatkala jamaah mengumandangkan takbir.

“Allahuakbar...Prabowo-Sandi menang. Allohuakbar, Prabowo-Sandi Presiden,”teriak jamaah.

Sandi tak mampu membendung rasa haru. Bola matanya terlihat berair. Sandi berusaha menenangkan diri sambil mengusap matanya.

“Merinding ya pak. Lihat pak Sandi,”ujar jamaah lain. 

Satu jam berselang. Sandi menuju lokasi KONI. Untuk berdialog dengan emak-emak dan kaum milenial. Sebuah tenda telah dipersiapkan. Panggung utama dihias sedemikian rupa penggagas acara. Ribuan kursi terisi. Sebagian warga rela berdiri di tengah teriknya matahari.

Dalam kesempatan itu, Sandi memperkenalkan sahabatnya Murady Darmansyah beserta istri dan anaknya, Yaski. Seorang anak milenial yang punya banyak prestasi. Yaski kini kuliah di UI kelas internasional. Akan mengikuti kelas luar negeri dalam waktu dekat. “Ini pak Murady, sahabat saya,”singkatnya.

Sandi memang fokus pada tiap masalah ekonomi. Mulai dari kemiskinan, mahalnya harga kebutuhan pokok hingga sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan bagi generasi muda. Sebagai pengusaha, Sandi sudah kawakan di bidang ekonomi. Lulusan Universitas George Washington ini telah malang-melintang di dunia usaha. Tak heran, masalah ekonomi jadi keahliannya.

Koordinator Pelaksana Acara Sandiaga Uno di Jambi, Murady Darmansyah mengatakan fokus isu ekonomi bukan kemauan Sandi seorang. Melainkan bentuk kekhawatiran masyarakat akan keberlangsungan hidupnya. Lebih dari itu, hasil keliling Prabowo dan Sandi menegaskan ekonomi Indonesia masih belum banyak perubahan.

Misalnya tadi kepasar angso duo. Tentang tempe masa depan yang kian mengecil pasca kenaikan nilai tukar rupiah terhadap Dolar. Kisah itu dia lihat sendiri dari penjual di pasar angso duo.

Pedagang bernama Yuli itu sengaja mengecilkan ukuran tempe dan tahu dari biasanya. Lantaran tak bisa menaikkan harga tahu saat dijual.

Kondisi ini, kata caleg Gerindra ini, menunjukkan realitas ekonomi sebenarnya. Dia menyebut seorang pemimpin bukan saja mengatasi masalah ekonomi makro. Tetapi, ekonomi mikro juga harus jadi prioritas. Murady melihat hari ini kondisi ekonomi nyatanya ditutupi dalam bentuk angka-angka statistik. Sehingga terlihat ekonomi berjalan baik. Faktanya emak-emak menjerit saat harga bahan pokok merangkak naik.

"Jadi tentu ini menjadi konsen bersama, isu bersama yang ingin dituntaskan oleh pasangan Prabowo-Sandi," tegasnya.

Murady meyakini Sandi akan berhasil menjadi Wapres. Dia akan semujur Adam Malik. “Seperti doa warga Muhajirin tadi,”katanya.(*)



Artikel Rekomendasi