HMI Cabang Jambi Gelar NGOPI Bersama Abraham Samad, Ini Katanya Soal Korupsi dan Dinasti Politik



Selasa, 05 Maret 2019 - 20:35:06 WIB



Abraham Samad
Abraham Samad

JAMBERITA.COM- Diskusi bertajuk “NGOPI” ngobrol persoalan Indonesia pada Senin (4/3/2019) dihadiri ratusna aktivis mahasiswa, pegiat korupsi di Jambi dan elemen masyarakat lainnya. Acara yang digagas oleh Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jambi ini digelar di Hello Sapa yang berada di Kawasan Broni, Kota Jambi.

Tema yang diangkat adalah Dinasti Politik mendorong perilaku korupsi ini berlangsung hangat dan antusias. Berbagai issu dibahas terkait dinasti politik.

Pemateri tunggal Abraham Samad yang merupakan Ketua KPK RI 2011-2015. menyoroti berbagai faktor sehingga tumbuhnya dinasti politik.

“Saya melihat setidaknya ada empat faktor kenapa dinasti politik tumbuh di daerah. Tapi bagi saya dinasti politik tidak haram, selama proses pengangkatan pejabatnya tidak di katrol atau dipaksakan” terang Abraham dihadapan peserta diskusi," katanya.

Abraham membandingkan proses dinasti politik di Indonesia dengan di Amerika. Letak perbedaannya adalah di Amerika proses seleksi kerabat yang menjadi pejabat tetap secara seleksi yang ketat. Tidak seperti di Indonesia yang kebanyakan dipaksakan.

“Di sana, seperi dinasti Kennedy tetap ada proses yang ketat. Sedang di kita, seperti ibu rumah tangga dipaksa jadi kepala daerah. Ini kan beda hasilnya” jelas Abraham.

Diskusi berlangsung sekitar 1.5 jam ini diakhiri dengan pembicaraan pemberantasan korupsi oleh KPK. Peserta menyoroti tudingan masyarakat yang seolah KPK tebang pilih dalam pemberantasan Korupsi. Namun, dijelaskan oleh Abraham, faktor keterbatasan SDM KPK lah kenapa seolah-olah tudingan tersebut benar.

“Dengan 300 personil yang menangani 34 provinsi kasus korupsi adalah keniscayaan. Dulu waktu saya Ketua KPK, pernah mengusulkan adanya KPK di tingkat provinsi. Namun, semua itu kandas di gedung DPR” jelasnya.

Abraham juga menganggap pejabat yang berada jauh di Kabupaten, dan terindikasi korupsi namun belum tertangkap, menurutnya pejabat tersebut lagi mujur.

Dalam konteks dinasti politik ini terbagi menjadi dua, ada dinasti politik positif dan ada dinasti politik negatif.

Ketua umum HMI Cabang jambi Bayu Anugerah mengatakan diskusi ini berawal dari hiruk pikuk permasalahan korupsi yang ada di Indonesia dan yang ada di Jambi khususnya. "Beliau menyoroti bahwa salah satu penyebab korupsi di Indonesia adalah dinasti politik negatif yang mengakar sehingga merongrong rakyat," jelasnya.(sm)



Artikel Rekomendasi