JAMBERITA.COM - Sekda Provinsi Jambi M Dianto secara resmi membuka bazar Dharma Wanita Persatuan (DWP) guna membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokoK (Bapok) di bulan Suci Ramaadhan 1440 Hijriah.
Bazar tersebut diisi sebanyak 54 stand dan akan dilaksanakan mulai dari tanggal 8 Mei sampai dengan 11 Mei 2019 di seputaran kantor DWP tepatnya depan rumah sakit polisi.
Bazar ini sendiri bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat mendapat bahan sembako dengan harga dibawah harga pasaran, sehingga masyarakat yang kurang mampu terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok selama puasa Ramadhan.
Dinas/instansi yang menyediakan paket bahan pokok diantaranya paket murah oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) menjual paket yang nilainya Rp125.000, subsidi Rp50.000 sehingga masyarakat membayarnya Rp75.000 terdiri dari beras 5 Kg beras, 2 Kg gula pasir, 2 liter minyak goreng, 2 Kg tepung terigu, mentega 200 gram.
Kemudian, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Provinsi Jambi menjual bawang merah di harga Rp22.000/Kg bawang putih Rp42.000 ribu/Kg, cabai merah Rp28.000/Kg, daging segar Rp110.000/Kg, daging beku Rp70.000/kg, daging ayam Rp30.000/Kg, telur Rp1.000/butir. Bulog menjual beras premium seharga Rp55.000, daging beku Rp80.000/Kg.
Selanjutnya tidak kalah ketinggalan yakni dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi juga menyediakan dan menjual ikan nila Rp 25.000/Kg, ikan patin Rp15.000/Kg, dan kan lele Rp 15.000/Kg.
Dari itu, Dianto mengapresiasi kepada DWP Provinsi Jambi dan instansi terkait yang telah menyelenggarakan kegiatan bazar Ramadhan yang tidak hanya diisi oleh intasi Pemerintah saja, akan tetapi juga dari kampus UINS dan UNJA juga ikut berpartisipasi.
“Luar biasa kekompakan para ibu-ibu ini dengan niat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok di bulan suci Ramadhan maupun dalam menghadapi hari raya Idul Fitri yang akan datang," ungkapnya.
Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, merasa bangga dan menyambut baik dengan terselenggaranya kegiatan ini, terlebih lagi melihat situasi dan kondisi ekonomi saat ini yang masih belum begitu baik. Dari itu kata Dianto melalui wadah (bazar Ramadhan) diharapkan pula tercipta kesetiakawanan sosial dari kalangan yang berada yang hidupnya serba berkecukupan dengan masyarakat lapisan bawah dan menengah yang serba kekurangan.
"Marilah kita bersama-sama merapatkan barisan untuk membangun daerah Jambi yang kita cintai ini,” pintanya.
Lebih lanjut, Dianto juga menjelaskan tentang upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terutama bawang putih yang melonjak harganya sampai Rp100.000/Kg. “Bapak Ibu yang kami hormati baru-baru ini yang menjadi viral di media adalah naiknya harga bawang putih yang awalnya hanya sekitar Rp30 ribuan sampai hari ini di beberapa kabupaten kota, kemarin saya baca di Kabupaten Batanghari saja itu harganya per hari kemarin sekitar Rp100.000 - Rp120.000/Kg," terangnya.
Sedangkan Kemarin siang, sekitar jam 2 Dianto mengaku, bahwa dirinya bdengan Asisten dan Kepala dinas terkait untuk mengecek langsung ke pasar Angso Duo dan ke beberapa distributor. "Alhamdulillah, pagi kemarin bawang putih dari luar negeri itu sudah masuk sampai ke Jambi hari ini yang kemarin-kemarin harganya di atas Rp100.000/Kg, di bazar ini pun bawang putih itu sudah dijual dengan harga Rp45.000/Kg," jelasnya.
Mudah-mudahan, menurut Asisten dengan meminta bantuan Kadis Perindag harganya pun akan diturunkan menjadi Rp40.000/Kg. Dengan kegiatan bazar juga di upaya pula dari Pemerintah Provinsi Jambi untuk membantu masyarakat dan meringankan masyarakat.
"Kita berupaya seoptimal mungkin dan jadilah konsumen yang cerdas, jadi jangan terlalu banyak belanjanya tapi bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga,” tegasnya.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jambi, Hj.Neta Aryani Dianto menyatakan bahwa penyelenggaraan Bazar Ramadhan ini merupakan sarana menumbuhkembangkan rasa kepedulian dan kepekaan sosial masyarakat yang sangat tinggi, khususnya bagi keluarga besar DWP Persatuan Provinsi Jambi.
“Bazar atau pasar murah ini adalah satu bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam membantu program pemerintah menekan lonjakan harga bahwa sudah menjadi tradisi tahunan jika menjelang Ramadhan dan Idul Fitri harga kebutuhan pokok pasti ada kenaikan harga," sebutnya.
Untuk itu, bazar ramadhan merupakan salah satu solusi terbaik sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat untuk mengantisipasi lonjakan harga dalam rangka datangnya hari raya Idul Fitri, dan setiap tahunnya juga , kata Neta memang Dharma Wanita selalu mengadakan bazar Ramadhan dan bukan ini saja dan di sini saja.
"Kami juga akan mengadakan kegiatan sosial yang Insya Allah pada hari Jumat akan kami laksanakan, yaitu memberikan bantuan kepada Panti Asuhan yang ada di sekitar Kantor Sekretariat Dharma Wanita ini," pungkasnya.(afm)
Gubernur Jambi Gelar Pertemuan dengan ELL Environmental Holdings Limited
Batik Jambi Jadi Ikon Gelar Batik Nusantara 2019, Fachrori: Pengembangan Harus Berkelanjutan
DWP Jambi Sediakan Sembako Harga Murah, Nilai Paket Rp125.000, Dijual Dengan Harga Rp75.000
Harap Fungsi Danau Terjaga, Fachrori Tandatangani Kesepakatan Penyelamatan Danau Prioritas Nasional
Wali Kota dan Wawako Buka Pasar Bedug Kota Jambi, Fasha: Rekomendasi Pemkot, Sudah diuji BPOM
Gubernur Jambi Ajak Masyarakat Tetap Jaga Persatuan Pasca Pemilu
Bayu Anugerah Soroti Bahaya Multitafsir Definisi Advokat dalam KUHAP Baru



