Jakarta - Google Maps memperoleh beberapa fitur yang sebelumnya eksklusif untuk aplikasi navigasi Waze. Google mengkonfirmasi bahwa mereka meluncurkan kemampuan bagi pengguna Google Maps untuk melihat batas kecepatan di lebih dari 40 negara di seluruh dunia.
Google tidak cepat mengintegrasikan fitur-fitur terbaik Waze ke dalam aplikasi Google Maps-nya sendiri, setelah akuisisi 2013 dari aplikasi navigasi populer itu. Google tampaknya lebih suka menggunakan Google Maps sebagai platform yang lebih luas untuk membantu orang menemukan tempat.
Laman Techcrunch melaporkan daftar lengkap negara yang didukung dengan fitur baru tersebut, yang meliputi: Australia, Brasil, AS, Kanada, Inggris, India, Meksiko, Rusia, Jepang, Andorra, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Ceko, Estonia, Finlandia, Yunani, Hongaria, Islandia, Israel, Italia, Yordania, Kuwait, Latvia, Lithuania, Malta, Maroko, Namibia, Belanda, Norwegia, Oman, Polandia, Portugal, Qatar, Rumania, Arab Saudi, Serbia, Slovakia, Selatan Afrika, Spanyol, Swedia, Tunisia, dan Zimbabwe.
Tahun lalu, beberapa pengguna mulai melihat laporan mengenai fitur-fitur baru itu serta kerusakan yang muncul di Google Maps. Namun, fitur itu tidak diluncurkan secara luas untuk semua pengguna. Google mulai menggelar kemampuan bagi pengguna di lebih banyak negara untuk melihat kamera kecepatan sekitar dua minggu lalu.
Peluncuran berlangsung untuk aplikasi Android dan iOS. Namun, pengguna Android juga akan dapat melaporkan kamera kecepatan seluler dan kamera diam, sementara pengguna iOS dan Android akan dapat melihat pembaruan tersebut.
Batas kecepatan akan muncul di sudut bawah aplikasi, sementara perangkap kecepatan muncul sebagai ikon di jalan itu sendiri. Fitur-fiturnya kemungkinan akan menarik bagi pengguna yang menginginkan fungsionalitas yang sama dengan apa yang tersedia di Waze.
Terlepas dari kegunaan peringatan terkait kecepatan, Waze tetap menjadi platform navigasi yang lebih berguna. Namun, Google Maps menggunakan kombinasi umpan otoritatif bersama dengan umpan balik dari pengguna Google Maps untuk menemukan kamera kecepatan.(sumber.tempo.co)
Kasatgas Binmas Noken Polri Laksanakan Polisi Pi Ajar di Kampung Workuwana
Mendagri Dorong Regulasi Transaksi Non Tunai untuk Peningkatan Pelayanan Masyarakat
Kurangnya Akses Tempat Ibadah untuk Disabilitas di Tempat Kerja
Lawan Hacker, Pembaruan WhatsApp Tingkatkan Keamanan Pengguna
Resep Sri Mulyani Agar Program JKN BPJS Kesehatan Berkelanjutan
Duka Keluarga 2 Remaja Korban Rusuh 22 Mei, Identik Luka Tembak


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



