Banyak Menuai Kritik, SAH Nilai Sosialisasi PPDB Sistem Zonasi Kurang Merata



Kamis, 27 Juni 2019 - 06:05:37 WIB



JAMBERITA.COM- Sosialisasi penerapan sistem zonasi sekolah pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tidak menjangkau semua lapisan masyarakat, sehingga hal ini menimbulkan banyak miss komunikasi di masyarakat.

Penilaian ini disampaikan Pimpinan Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) menanggapi banyaknya kritik masyarakat atas sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) sistem zonasi.

Berbicara di Jakarta (26/6/2019) kemarin pentolan komisi Pendidikan itu menilai masih banyak masyarakat yang belum tersosialisasi dalam PPDB sistem zonasi.

"Masyarakat dalam hal PPDB ini ini ada yang memang belum tersosialisasi, dan ada yang pura-pura sudah tersosialisasi, akibatnya mereka terus berusaha agar keinginannya bisa terpenuhi, padahal sistem ini dilakukan untuk menjawab tuntutan masyarakat akan pemerataan pendidikan. " ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin. 

Maka dari itu Anggota Fraksi Partai Gerindra ini mengharapkan masyarakat mulai menyadari bahwa era sekolah favorit sudah selesai dengan adanya sistem zonasi PPDB itu, kini masanya semua sekolah menjadi favorit karena bermutu, baik sarana prasarana, guru dan prestasinya.

 "Melalui sistem PPDB Zonasi ini tidak boleh lagi ada sekolah yang isinya anak-anak tertentu, terutama yang mereka yang dari proses passing grade, yang relatif homogen, enggak ada sekarang, pintar sama pintar, kaya sama kaya, semua harus membaur yang diatur zonasi, sasarannya ke depan semua sekolah bisa menjadi unggulan dalam hal kualitas dan prestasinya," harapnya.

Dalam kaitan ini SAH mengingatkan dengan sistem zonasi ke depan tidak ada lagi sekolah favorit yang homogen. Sekarang relatif heterogen, semua bisa diterima asal Zonasi nya masuk, imbuhnya.

Demi mencapai ini SAH meminta pemerintah khususnya pemerintah daerah bisa melakukan sosialisasi tentang sistem zonasi ini secara baik dengan masyarakat, sehingga manfaat nya bisa dirasakan, adanya pemerataan kesempatan untuk bersekolah, tanpa dikotomi antara sekolah favorit dan tidak favorit seperti selama ini.(*/sm)

 



Artikel Rekomendasi