20 Tahun Pilbup Batanghari Diisi Dinasti Syahirsah dan Fattah, Ini Peluang Penantang Diluar Dinasti



Selasa, 09 Juli 2019 - 07:57:32 WIB



JAMBERITA.COM – Selama 20 Tahun kepemimpinan di Batanghari tidak lepas dari 2 tokoh besar, yakni Syahirsah dan Alm. Abdul Fattah. Pada momen pilkada mendatang, Trah mereka juga muncul untuk menggantikan posisi mereka menjadi orang nomor satu di Batanghari.

Untuk Syahirsah sendiri memunculkan istrinya, Yuninta Asmara yang juga meraih suara terbanyak pada Pemilu 17 April lalu untuk DPRD Batanghari. Havis yang notabene anak dari Alm. Abdul Fattah juga punya kans besar untuk maju.

Hal ini dikarenakan mengingat ibunya, Sofia Fattah berkemungkinan tidak ikut lagi dalam kontestasi meskipun berstatus sebagai petahana.

Lalu bagaimana peluang wajah baru? Sejumlah nama baru sebenarnya sudah menjadi penantang dalam dua pilkada sebelumnya. Seperti Ada Ardian Faisal, putra dari Saman Chatib, Mantan Bupati Batanghari. Lalu ada Sinwan dan Camelia, Putri Mantan Bupati Batanghari Hasip Kalimudin Syam.

Menghadapi Pilkada 2020, sejumlah nama baru bermuculan.  Sebut saja Elpisina, Camelia Puji Astuti, Sekda Muaro Jambi, Mhd. Fadhil Arief, dan Hasby Anshori. Nama-nama ini sangat berpotensi untuk menggeser dinasti dikarenakan prestasi yang diraih sebelum pilkada.

Melihat hal itu, Pengamat Politik, Bahren Nurdin, mengatakan ini adalah fakta yang tidak bisa dinapikan. Dengan berjalannya waktu, pastinya akan menyiapkan keluarga dari bagian apapun untuk melanjutkan kepemimpinannya. "Pastinya dari berkuasa itu akan menyusun kekuatan agar yang sudah diraih tetap berlangsung," katanya ketika dikonfirmasi Jamberita.com, Senin (8/7/2019).

Ia mengatakan, kekuatan yang dibangun oleh dinasti dan trah ini pasti sangat politis, seperti pemegang struktural partai politik. Dengan seperti itu, maka akan sangat sulit bagi yang diluar lingkaran tersebut untuk masuk. "Karena itulah terjadi di Batanghari selama 20 tahun kepemimpinan dipegang oleh orang yang sama," jelas Akademisi UIN Jambi ini.

Bagaimana dengan peluang di luar lingkaran tersebut? Sekjend KPPD RI ini masih meyakini bahwa diluar lingkaran itu masih memungkinkan untuk bertarung dan menantang dinasti dan trah tersebut. Tetapi memang para penantang ini harus memiliki modal  yang kuat, karena trah dan dinasti sudah lebih dahulu memilikinya. "Kekuatan itu bisa dari politik, finansial, dukungan, tim yang bergerak," jabarnya.

"Karena jika penantang tidak lebih kuat dari mereka (dinasti dan trah, red) maka sangat sulit untuk mengalahkan mereka. Meskipun penantang jauh-jauh hari sudah mempersiapkan itu," sambungnya.

Para penantang yang muncul untuk Batanghari sendiri rata-rata memang sudah memiliki popularitas yang tinggi dan memang sudah dikenal masyarakat. Mereka hanya tinggal meramu kekuatan politik dan memang harus bergerak semua elemen. "Intinya bagaimana para penantang meyakinkan masyarakat dengan bahasa 'jika saya jadi'," tukasnya. (am)



Artikel Rekomendasi