Muslim CS Sama Dengan Kelompok Kriminal Bersenjata, Ini Kata Dirkrimum Polda Jambi



Minggu, 21 Juli 2019 - 13:58:11 WIB



Kombes Pol Edi Faryadi 
Kombes Pol Edi Faryadi 

JAMBERITA.COM - Polda Jambi kembali menetapkan 18 tersangka baru dari Kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) yang sudah membuat keresahan dan penganiayaan, Minggu (21/7/2019).

Untuk diketahui baru baru ini terjadi kerusuhan yang sudah dibuat oleh kelompok SMB bahkan melakukan perusakan dan penganiyaan terhadap warga, Karyawan perusahaan PT WKS dan anggota TNI/Polri.

Dirkrimum Polda Jambi Kombes Pol Edi Faryadi menyatakan bahwa kelompok yang mengatasnamakan petani ini sama dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Dimana, sampai dengan sekarang jumlah tersangka yang sudah ditetapkan sebanyak 59 orang.

"Tidak ada peralatan pertanian yang ditemukan oleh petugas melainkan senjata rakitan, sajam, parang dan alat alat senjata lainnya," ungkapnya saat dijumpai awak media di kediamannya, Minggu (21/7/2019).

Edi Faryadi menjelaskan, saat pertama kali datang ke Jambi, mereka mengatasnamakan SMB sebagai tameng agar banyak diikuti oleh banyak orang dan selama itu juga Muslim sebagai ketua menebar teror sampai dengan berujung bentrok.

"Muslim sendiri disebut para pengikutnya sebagai yang Mulia, sementara istrinya sebagai sekretaris dan bendahara sekaligus disebut bunda ratu, satu diantaranya (ketua kelompok) yang kita amankan mengaku dia diancam kalau tidak ikut," terangnya.

Sejauh ini kelompok SMB/Kriminal bersenjata itu sudah menguasai lahan di kawasan Distrik VIII PT WKS kurang lebih 9 ribu hektar dan di tiga kabupaten di Jambi, yakni Tebo, Batanghari dan Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar).

"Muslim ini sebagai ketua yang diagungkan oleh kelompoknya, dan mempunyai banyak kelompok, disatu kelompok kurang lebih berjumlah sebanyak 50 orang," jelasnya.

Pihak kepolisian terus melakukan pengembangan dan akan menelusuri dari mana dan siapa pemasok senjata yang mereka sita. Selain itu, bersama tim terpadu akan mendata kelompok brutal ini agar dikembalikan ke asalnya.

"Karena mereka (SMB) tidak mempunyai identitas, seperti KTP dan lainnya, nanti akan kita telusuri, jika ada yang tidak terlibat maka akan kita pulangkan," tambahnya.

Selain itu juga, kurang lebih 1,4 Tahun berada di  Jambi, Muslim CS sudah menguasai banyak lahan bahkan mendirikan banyak bangunan untuk tempat tinggal mereka bersama kelompoknya. "Sekarang tempat itu sudah kita ratakan semua, itu lahan negara yang punya bukan mereka," pungkasnya.(afm)



Artikel Rekomendasi