Pedagang Lokal Protes Keberadaan Pasar Obral, Syafriwan: Kami Sudah Sosialisasikan



Rabu, 31 Juli 2019 - 14:29:58 WIB



JAMBERITA.COM - Keberadaan Pasar Obral di Jalan Sriwijaya Kelurahan Patunas Kabupaten Tanjab Barat yang digelar oleh pemkab Tanjab Barat dalam rangka memeriahkan HUT Tanjab Barat ke 54 dan HUT RI ke 74 tahun 2019, dikeluhkan pedagang lokal.

Pasalnya, sebagian besar pedangang yang menggelar dagangan ternyata lebih banyak berasal dari luar daerah kualatungkal. Hal ini menimbulkan kekecewaan terhadap pedagang lokal.

Supriyanto salah satu pedagang menuturkan,ia mengaku kecolongan lantaran tak tahu ada pasar obral yang di buka oleh pemkab.

Menurutnya, pemkab dinilai kurang sosialisasi sehingga banyak pedagang lokal yang tak tahu.

"Ini sama saja membunuh pedagang lokal, kita jadi penonton di wilayah sendiri. Seharusnya pemkab peka dengan kondisi ini dan utamakan pedagang lokal, Jangan pedagang luar yang di utamakan," ungkapnya kesal, ke awak media, Rabu (31/7/2019).

Sementara itu, dari pengakuan salah satu pedagang asal kota jambi yang tengah sibuk merapikan barang daganganya mengatakan jika ia tidak sendiri. Kata dia ia bersama rekan seprofesi sudah mengetahui bakal ada pembukaan pasar obral di kualatungkal.

"Informasi ini kami diberi tahu rekan kami yang ada di sini makanya kami ke sini. Dan hampir setiap ada pasar obral kami berjualan di sini," ujarnya.

"Kami tinggal di jambi, tapi kami kemana mana berjualan, asal ada pasar obral kami ikutin khususnya di sekitaran provinsi jambi lah," bebernya.

Menanggapi hal ini, Kadiskoperindag Tanjabbar, Syafriwan mengatakan jika pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait pasar obral di Kecamatan dan Kelurahan.

"Sudah kita sosialisasikan. Untuk penambahan lapak tidak memungkinkan lagi. Sebab sudah maksimal tenda sudah terpasang semuanya 220 lapak," jelas Syafriwan.

"Semua kita lakukan secara transparan. Pelaksanaanya melalui pihak ke-3 EO. Per tenda kita pungut Rp 2,5 juta," pungkasnya. (Henky)




Tagar:

# TANJABBARAT

Artikel Rekomendasi