MUARO JAMBI - Salah satu permasalahan yang terjadi di daerah-daerah yang menjadi penghasil kelapa sawit di Indonesia seperti Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, maupun beberapa daerah di Provinsi Papua. Yaitu semakin banyak nya pabrik pengolahan buah kelapa sawit juga semakin banyak sampah/ limbah yang menumpuk tandan kosong kelapa sawit (TKKS), karena belum diolah kembali untuk menjadi suatu hal yang bermanfaat bagi tanaman lainnya.
Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan salah satu jenis limbah padat yang dihasilkan dalam industri minyak sawit, tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang masih segar harus dilakukan pengomposan terlebih dahulu dengan jangka waktu 3-4 minggu dengan cara membiarkan saja tandan kosong kelapa sawit (TKKS) di tempat terbuka dengan menumpuk tandan kosong kelapa sawit (TKKS) membentuk gunungan. Kandungan yang terkandung pada kompos kelapa sawit yaitu selulosa (40-60 %), disamping komponen lain yang jumlahnya lebih kecil seperti hemiselulosa (20-30 %), dan lignin (15-30 %).
Pengomposan adalah proses biologis dimana mikroorganisme mengkonversi material organik menjadi kompos. Pengomposan dinominasi oleh proses aerob atau proses yang membutuhkan oksigen. Mikroorganisme memakai O2 untuk mendapatkan energi dan nutrisi dari material organik. Dalam proses tersebut mereka menghasilkan karbon dioksida (CO2), air, panas, kompos dan bermacam-macam gas sebagai produk dari dekomposisi material organik. Kadar hara kompos tandan kosong kelapa sawit mengandung N total (1,91%), K (1,51%), Ca (0,83 %), P (0,54 %), Mg (0,09%), C- organik (51,23%), C/N ratio 26,82 %, dan pH 7,13 . Hasil analisis kadar hara kompos tandan kosong kelapa sawit yang dilakukan dalam penelitian ini adalah N (3,62%), P (0,94%) dan K (0,62%) (Fauzi, 2008).
Untuk hasil produksi kompos TKKS siswa SMP Islam Asy’ariyah (tidak berbau, mengandung unsur hara organik optimal tanpa campuran kimia) secara referensi dan literatur serta pengalaman aplikasi di lapangan atau lahan sekolah memiliki keunggulan untuk meningkatkan penyerapan unsur hara, kandungan kalium yang tinggi ditandai dengan pertumbuhan akar dan perkembangan tanaman cukup tampak baik, tanpa penambahan starter dan bahan kimia, memperkaya unsur hara yang ada di dalam tanah, dan mampu memperbaiki struktur sifat fisik, kimia dan biologi.
Biasanya masyarakat setempat memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai alternatif pupuk kimia yang sudah diolah atau dikemas degan harga yang mahal, salah satu alasan siswa SMP Islam Asy’ariyah memilih tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai bahan utama pupuk organik karena bahan tersebut mudah didapat dan jarak ke pabrik kelapa sawit (PT. PJS Suka Damai) pun cukup dekat dan untuk efek ke tanaman pun cukup baik serta ditinjau dari faktor ekonomi dan biaya yang cukup terjangkau.
Informasi lebih lanjut dapat berkunjung langsung ke SMP Islam Asy’ariyah Jalan Jambi Palembang Km. 38 Desa Ibru Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya di Pondok Pesantren Al-Muttaqin Ibru.
Dilaporkan Oleh M. Anggoro Kasih, S.P
SMK Asy’ariyah Bersama Dosen Fakultas Pertanian UNJA Gelar Pelatihan Aplikasi MOL
SMK Asy’ariyah Raih Ujian Nasional (UN) Tertinggi di Lingkungan Sekolah Kejuruan Se-Kabupaten Muaro
SMK Asy’ariyah Jalin Kerjasama Pengabdian Masyarakat dan Pelatihan Bersama Faperta Unja
Worshop di Fisip Unja Hadirkan Prof Anis Anis Bajrektarevic Dari Slovenia
Mubes Partai Kedaulatan Mahasiswa Unja, Nanda Herlambang Terpilih Aklamasi
Kemenkum Jambi Ikuti Virtual ‘Policy Talks 2026’ Kanwil Riau
