Minimnya Kepekaan Wakil Rakyat



Rabu, 02 Oktober 2019 - 11:16:05 WIB



Nanda Pratama
Nanda Pratama

Oleh: Nanda Pratama(*)

Sebanyak 575 anggota DPR RI yang terpilih dalam Pemilu 2019 telah dilantik pada Selasa (1/10/2019) kemarin.
Mereka mengambil sumpah sebagai anggota DPR dalam sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta.

Saya harus mengatakan sesuatu tentang DPR yang baru saja sudah di lantik di awal jabatannya jangan sampai seperti pendahulu mereka jangan sampai perilaku itu terwarisi kepada penerusnya seperti kehilangan kewarasan dan kepekaan dalam mengebut penyelesaian perundang-undangan, seperti revisi UUKPK, RKUHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan, RUU Pertambangan Mineral dan Batubara. Semua hasil dari prilaku mereka ini akan menentukan berhasil atau gagalnya pelaksanaan demokrasi dan tujuan untuk kepentingan rakyat banyak.

Mereka yang mengaku wakil rakyat tetapi pilihan jalan yang ditempuhnya tidak ada yang pro terhadap mereka yang di wakilinya, atau sering tidak sesuai dengan kehendak dan kepentingan rakyat. Carut marutnya keadaan bangsa dan negara ini menjadi PR besar bagi kita semua terutama DPR dan Eksekutif. Jika hal ini tidak mendapat perhatian serius sehingga mengakibatkan demo, aksi aksi masa yang berkepanjangan mengakibatkan stabilitas negara terganggu bukan tidak mungkin akan disusupi oleh penumpang gelap.

Sudah tidak menjadi rahasia umum lagi betapa kuatnya pengaruh tangan-tangan kotor dalam setiap pembuatan perundang-undangan di DPR. maka sangat perlu di tekankan bahwa DPR sebagai wakil dari ratusan juta manusia di Indonesia harus menjadi cerminan murni dari keadaan rakyat Indonesia tingkatkan kepekaan terhadap orang yang telah memberikan kepercayaan nya kepadamu agar tingkah laku dan segala perjungan mencerminkan kepentingan rakyat Indonesia.

jangan seperti yang sudah sudah di akhir episode DPR melahirkan produk produk yang tidak berdasarkan kepentingan dan kebutuhan rakyat, ingat kalian itu wakil rakyat bukan wakil partai, jadi yang harus kalian perjuangkan itu kepentingan rakyat bukan kepentingan partai apalagi kepentingan pemodal yang bersifat individual.

Memudarnya kepercayaan dan melemahnya legitimasi rakyat terhadap wakilnya tentu tidak bisa kita pungkiri karena ulah dari DPR itu sendiri yang tidak peka. Tanpa kepekaan ini, rasa keadilan masyarakat luas tidak akan pernah terpenuhi. Kita lihat aksi aksi demonstrasi yang lagi membanjiri media sosial hari ini seluruh penjuru negeri mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi aspirasi dari rakyat, ini terjadi karena rakyat merasa tersumbatnya komunikasi dengan lembaga negara.

Tujuan yang kita idam-idamkan serasa seperti fatamorgana semakin jauh dari yang kita harapkan, kesajeteraan dan keadilan serasa menunggu musim salju di negara padang pasir. Energi kita banyak terkuras oleh kesalahan cara-cara elite politik mengelola bangsa dan negara ini.

Kami menuntut keseriusan anda dalam menjalankan amanah rakyat.

*Sekretaris Umum DPD IMM Prov JAMBI



Artikel Rekomendasi