Ada Putra Bungsunya di SMAN 5 Jambi, Irjen Pol Muchlis: Dia Bukan Anak Kapolda, tapi Anak Saya



Senin, 14 Oktober 2019 - 10:03:54 WIB



Tanda Panah Merah, Ternyata Anak Bungsu nya Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Muchlis
Tanda Panah Merah, Ternyata Anak Bungsu nya Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Muchlis

JAMBERITA.COM - Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Muchlis As MH menjadi pembina upacara bendera merah putih di SMA Negeri 5 Jambi, Senin (14/10/2019).

Dalam amanatnya, Kapolda mengingatkan agar para pelajar SMA dapat disiplin dan berkepribadian baik serta hindari narkoba, bijak bermedsos, hindari paham radikalisme dan jadilah pelopor lalu lintas.

Dalam kesempatan itu juga Kapolda membeberkan bahwa dirinya asli putra daerah yang tinggal di seberang Sungai Batanghari, yaitu Terusan Kabupaten Batanghari.

"Saya ada di sini ya, saya adalah Putra Jambi yang lahir di Jambi di Kabupaten Batanghari di Desa Terusan di kampung di Seberang Sungai," ujarnya dihadapkan para pelajar dan para guru.

Muchlis menceritakan masa kecil hidupnya dengan segala keterbatasan dan dunia pendidikan zaman dulu tidak mengenal yang namanya seperti zaman sekarang. Ada handphone komputer dan alat sarana prasarana lengkap lainnya yang tersedia.

"Dulu tidak ada semua, prinsipnya kalau anda mau maju anda mencari sendiri ilmu pengetahuan. Saya tamat SD sudah pindah ke Jambi, hidup kos kelas 1 SMP saya sudah masak sendiri," ungkapnya.

Setiap bulan Ia hanya mendapat uang bulanan sebesar Rp 15.000 di saat itu dan dibagi untuk bayar SPP, kosan, dan sisa Rp5000 untuk belanja bulan. Sekarang, tentunya setiap orang tua mengarahkan anaknya mau sekolah dimana.

"Zaman dulu ndak, kita anak-anak dilepas begitu saja, anda mau jadi orang carilah sendiri, mau hidup disiplin ya tapi itulah. Saya tidak ingin mengatakan bahwa zaman sekarang untuk kembali zaman dulu," tuturnya.

Ia memaklumi, bahwa setiap zaman ada masanya perjuangan yang berbeda-beda. Di zaman sekarang itu populasi pertemuan cukup besar lapangan pekerjaan sangat sulit, untuk itu anak-anak harus hidup disiplin dan mampu bersaing.

"Anak anak harus memiliki kemampuan, jaringan yang luas investasi masa depan, jangan tergantung kepada orang tua jadikan diri anda mutiara," ujarnya.

Di zaman kemanjuan ini tentunya, kompetensi semakin ketat maka anak anak generasi muda dituntut agar memiliki kemampuan, kemandirian yang dapat menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari kerja.

"Kalau anda mencari kerja maka anda akan tetap menjadi Walker, tapi kalau menciptakan kerja menggunakan teknologi informasi seperti aplikasi Facebook, Instagram itu dapat dimanfaatkan dengan baik, anda bisa berjualan dari rumah," katanya.

Menariknya, disisi sebelah kiri Muchlis berdiri saat menjadi pembina upacara sekaligus memotivasi para pelajar, itu ada seorang pelajar laki-laki yang berpakaian lengkap bertugas pembawa teks Pancasila ternyata anak bungsu nya yang bernama Habil Al Ghifari.

"Dia hidup apa adanya, dia bukan anak kapolda tetapi anak Muchlis saja," bebernya.

Muchlis juga berpesan dan menyambut baik apabila para pelajar jika mana ingin mengikuti tes Akpol tentunya akan Ia perlakuan sama (profesional) dengan lainnya.

"Termasuk anak saya jika ingin mengikuti tes Akpol silahkan, saya katakan apabila ingin ikut maka jangan beranggapan dengan orang tua dan akan saya perlakuan sama," jelasnya.

Setelah upacara dan ditanya jamberita.com, Habil Al Ghifari itu membenarkan bahwa Ia anak ketiga dari Muchlis. "Iya benar, saya tinggal di Telanai, sekarang kelas XI (2) SMA," tandasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi