Penyampaian Visi dan Misi di Penjaringan Cakada, Farisi: Jangan Hanya Formalitas, Calon Harus Serius



Kamis, 31 Oktober 2019 - 08:09:56 WIB



M Farisi
M Farisi

JAMABERITA.COM- Sejumlah partai politik sudah menjaring calon kepala daerah (cakada). Metode penjaringan juga bervariasi. Ada yang mendaftar langsung menyampaikan visi dan misi. Ada juga yang melakukan fit and proper test.

Teranyar Nasdem memasang waktu khusus agar bisa cakada menyampaikan visi dan misinya. Bahkan Nasdem memberikan kesempatan ada dialogi dengan calonnya. Namun tidak semua calon memanfaatkan momen ini. Ada yang hanya sekedar hadir dan menyampaikan visi dan misi singkat. Ada juga yang hanya mengutus tim. Meski beberapa nama juga terlihat antusias.

Ketua KOPIPEDE Provinsi Jambi Mochammad Farisi, LL.M menilai proses rekruitmen yang dilakukan parpol masih belum serius dan sekedar hanya menyelesaikan tahapan-tahapan yang sudah dibuat. Begitu juga dengan calon kepala daerah (cakada) juga tidak terlalu antusias mengikuti tahapan ini. “Saya menduga hanya dianggap sebagai formalitas. Karena dalam pikiran Cakada yang menentukan tetap DPP, Ketua dan Sekjen DPP,” katanya saat dihubungi pagi ini Kamis (31/10/2019).

Meski demikian, Ia memberikan apresiasi sudah ada usaha dari parpol agar cakada terbuka dengan visi dan misi yang dibuat meski belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh Cakada.

Karena bisa jadi ada calon yang juga belum punya gambaran besar apa yang akan dibuatnya jika terpilih. “Tapi jika ingin mencapatkan pemimpin berkualitas, partai harus sangat serius dalam proses penjaringan,” katanya.

Menurutnya, serius dibuktikan dengan membuat sistem dan indikator yang jelas serta transparan dalam  menentukan balonkada yang akan diusung. “Visi misi  harus menjadi tolok ukur utama dalam menentukan dukungan, Balonkada juga serius mengikuti seleksi dengan memaparkan visi misi terbaik.  Penyampaian visi misi bukan formalitas tapi benar-benar. Bila perlu undang panelis untuk menseleksi,” katanya.

Selain itu, fokus seleksi juga komitmen terhadap anti korupsi. Maka parpol dan calon harus membuat menandatangani pakta integritas "tidak ada mahar diantara kita". “Kalo proses seleksi bersih  insyallah calon yang didukung juga bersih,” katanya.

Ia juga menambahkan, penyampaian dan penilaian visi misi harus fokus pada inovasi daerah.  Balonkada harus benar-benar mempunyai  ide inovasi dan memaparkan bagaimana cara pencapaiannya secara terukur.  Jangan hanya terperangkap rutinitas zona nyaman copypaste program-program lama. 

“Itu basi dan terbukti usang tidak mampu mensejahterakan rakyat.

Indikator penilaian juga menilai bagaimana  balonkada berinovasi dalam mengelola dan mengoptimalkan APBD. Tanpa inovasi APBD hanya habis untuk belanja rutin khusus pegawai sedangkan belanja pembangunan sangat minim,”

Dimana, kata Akademisi Unja ini, Indikator inovasi ada dalam UU 23/2014 dan PP no. 38/2017. Yaitu bagaimana inovasi dalam  peningkatan pelayanan publik khusus yang dasar pendidikan kesehatan dan infrastuktur, menegakkan tata kelola pmer bersih dan anti korupsi serta peningkatam daya saing daerah. 

“Sekali lagi.  Partai harus benar-benar serius menseleksi karena hanya kada yang punya inovasi lah yang akan mampu mensejahterakan rakyat,” pungkasnya.(sm)

 

Karena "kemajuan bangsa dan daerah ini bukan ditangan para pemuda tetapi para politisi"

[16:22, 10/30/2019] Alfarisi: Mochammad Farisi, LL.M

Ketua KOPIPEDE PROV. JAMBI & Akademisi Univ. Jambi





Artikel Rekomendasi