Kursi Panas Sekda Provinsi Jambi kembali Bergeser, Dianto: Cari Aman Saja



Kamis, 14 November 2019 - 16:18:47 WIB



JAMBERITA.COM- Kursi Sekda Provinsi Jambi sepertinya selalu berakhir dengan kontraversi.

Ini karena sepanjang pemerintahan mulai dari zaman Zulkifli Nurdin hingga Fachrori umar, posisi Sekda tak pernah bertahan lama. Mulai dari karena tersandung kasus korupsi, nonjob hingga memilih mundur. Tak heran jika kursi sekda disebut kursi keramat.

Dari zaman Gubernur ZN itu diisi oleh Chalik Saleh karena terlibat kasus korupsi maka diakhir masa jabatan ZN dan diawal pemerintahan Gubernur HBA diisi oleh AM Firdaus tapi juga terlibat kasus korupsi.

Kemudian diganti lagi dengan Syahrasadin, tapi belum lama menjabat Ia juga terlibat kasus dan diganti dengan Ridham Priskap.

Zaman Gubernur Zumi Zola, Ridham Priskap dinonjob dan digantikan dengan pelaksana tugas Erwan Malik. Namun belum lama menjabat Erwan juga terlibat dalam kasus, yakni uang suap ketok palu RAPBD 2018.

Karena terlibat kasus dan hasil lelang jabatan Sekda Provinsi Jambi keluar, kemudian dijabat oleh M Dianto sebagai pejabat definitif eselon 1 Pemprov Jambi.

Sayangnya, belum lama menjabat sebagai Sekda dibawah kepemimpinan Gubernur Fachrori Umar, M Dianto ternyata sudah mengundurkan diri bukan karena kasus tetapi memilih menjadi pejabat fungsional.

Dari itu, M.Dianto akan segera meninggalkan jabatannya, karena dia sudah mendapatkan jabatan baru sesuai hasil tes Widyaiswara Utama yang diikuti pada pertengahan Oktober lalu di Lemaga Akreditasi Nasional (LAN) RI Jakarta.

Isu lain berkembang bahwa mundurnya M Dianto dari Sekda itu diduga tidak cocoknya dengan Fachrori Umar.

Ketika dikonfirmasi Dianto pun langsung menyangkal isu tersebut.

“Tidak lah (kita tak cocok dengan Gubernur,red), kita hanya ingin mengabdi untuk Provinsi Jambi tapi dengan jabatan fusional Widyaiswara Utama saja, cari yang aman saja,” tuturnya, (13/11/2019).

Disisi lain, Dianto lebih memilih untuk menjadi pejabat fungsional kebanding Sekda itu, karena mempertimbangan keluarganya.

“Kito ini lah tuo, kalau ado apo-apo kasihan keluargo istri anak dan cucu,” tuturnya.

Untuk proses pelepasan dirinya dari jabatan Sekda dia menyebut suratnya sedang berproses di Kemedagri untuk diusulkan ke Presiden melalui Sekretariat Negara (Sekneg).

“Jadi saya menunggu saja terbitnya 2 Surat Keputusan (SK) Presiden, 1 SK untuk Widyaiswara Utama dan 1SK utk Pemberhentian dari jabatan Sekda Provinsi Jambi,” katanya.

Lebih lanjut Dianto menyatakan setelah dari hasil tes yang ia ikutin itu nantinya dia kan menjadi pejabat fungsional Widyaiswara Utama di BPSDM Provinsi Jambi.(afm)





Artikel Rekomendasi