JAMBERITA.COM- Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Jambi menyambut 2 tahun keberadaannya dengan nonton bareng (Nobar) dan penuh inspirasi (ngopi).
Nobar dan Ngopi berlangsung Selasa (17/12/2019) di Aula Rumah Dinas Gubernur Jambi yang melibatkan forum anak, anggota PUSPA dan Dinas terkait. Mereka memutar film dokumenter yang bertema edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ketua Forum PUSPA Provinsi Jambi Suzanalisa menyatakan dari kegiatan nonton bareng menggambarkan tentang kesenjangan gender antara laki-laki dan perempuan, suami dan istri dalam kehidupan berumah tangga.
"Durasinya sekitar 15 menit, dari film itu diadakan diskusi untuk para audiens menanggapi dan kesimpulan tentang makna film tersebut," terangnya, Rabu (18/12/2019).
Tidak hanya para audiens, Suzanalisa juga menyimpulkan bahwa dari cerita nobar tersebut diharapkan dapat diimplementasikan oleh para anak anak remaja yang ikut menonton dan jangan sampai adanya kesenjangan gender, karena itu suatu perbedaan.
"Peran, fungsi dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki, itu tidak boleh dibedakan karena itu merupakan konstruksi budaya," tuturnya.
Sementara gender secara biologis itu tidak bisa dirubah karana itu adalah suatu kodrat. Misalnya, seorang perempuan yang hamil, melahirkan, menstruasi dan menyusui. Itu adalah kodrat perempuan, dan tidak bisa menjadi kodratnya laki-laki.
"Jadi apapun pekerjaan yang ada dalam rumah tangga, diharapkan anak-anak yang hadiri Nobar sudah dapat mengimplementasikan," ujarnya.
Untuk itu kedepan jangan lagi ada pola pikir seperti memasak, nyuci adalah pekerjaannya perempuan bukan laki-laki. Artinya pekerjaan itu peran dan fungsi. Tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan itu sama tidak ada perbedaan, yang membedakan hanya biologis.
"Jadi diantara anak anak yang hadir (Nobar) sepertinya bertentangan dengan isi cerita, antara
Kedepan PUSPA meminta kepada para audiens sekaligus forum anak anak yang dilibatkan dapat merubah mindset tersebut, bahwa anak laki-laki harus membantu pekerjaan kakak perempuannya, atau adik perempuannya sekaligus ibunya.
"Menerapkannya, dimulai dari rumah tangga dulu baru di lingkungan masyarakat sehingga kesenjangan gender ini tidak akan terjadi, pada intinya begitu," pungkasnya.(afm)
Kepengurusan PUSPA Provinsi Jambi Dievaluasi, Ketua : Segera Siapkan Rencana Aksi
Program Kerja PUSPA di 2022 Diperbanyak, Meski Anggaran Terbatas
HUT PUSPA ke 2 di Jambi, DP3AP2 Harap Berikan Warna Untuk Tingkatkan Kesejahtraan Perempuan dan Anak
Raker FPTI di Merangin, Cecep: Kita Lakukan Evaluasi dan Proyeksi untuk 2020
Bawaslu Rampungkan Seleksi Panwascam, KPU Baru Rekrut PPK Januari


Pasca Serangan Siber, Sekda Sudirman Resmi Ditetapkan Jadi Komisaris Bank 9 Jambi



