JAMBERITA.COM - Hari Ulang Tahun Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Jambi ke-2 Tahun 2019 disambut dengan rasa bahagia dan penuh syukur, Selasa (17/12/2019).
Acara berlangsung (17/12/2019) di Aula Rumah Dinas Gubernur Jambi dengan menggelar nonton bareng (nobar) dan ngobrol penuh inpirasi (ngopi) terkait film edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi Dra Luthpiah mengatakan, terbentuknya forum PUSPA merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam melakukan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Karena kita melibatkan media, akademisi kemudian dunia usaha, organisasi-organisasi perempuan yang ada maupun lembaga masyarakat yang ada," ujarnya di rumdis gubernur Jambi, Rabu (18/12/2019).
Pihaknya menginginkan semua yang terlibat dapat mengambil peran masing-masing, seperti misalnya media harus mendukung dan menyebar luaskan informasi yang akurat serta mengawasi sejauh mana penanganan terhadap korban, mulai dari dinas terkait, kepolisian sampai dengan ke pengadilan.
"Apa yang kita inginkan bahwa semua kita ini punya peran, semua punya fungsi dengan apa yang melekat di kita, kalau media, mungkin membuat berita itu harus berimbang lho," tuturnya.
Menurut Luthpiah, bila media sudah dilibatkan tentu sangat mendukung untuk menginformasikan kepada masyarakat luas bahwa isntitusi terkait sudah menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya.
"Forum PUSPA ini, saya sangat bersyukur karena isinya rame dan punya ide-ide yang memang lebih menyentuh kepada masyarakat," terangnya.
Misalnya waktu lalu, DP3AP2 bersama forum PUSPA melakukan kegiatan penguatan yang disandingkan dengan lembaga adat, lembaga masyarakat tokoh agama dan lainnya, karena yang menjadi harapan nilai-nilai di masyarakat itu tetap terjaga dengan baik.
"Kenapa kita mengundang lembaga adat, salah satunya adalah itu karena selama ini mau tidak mau, suka tidak suka dengan arus globalisasi dan informasi yang sangat luar biasa ini, kalau tidak ada nilai yang kita pertahankan di masyarakat kita kan habis semua," ungkapnya.
Terlebih dengan teknologi yang semakin hari semakin canggih dan tidak mungkin juga masyarakat ketinggalan, dari itu Luthpiah mengajak semua elemen masyarakat dapat membentengi dan ikut terlibat, misalnya dalam menggunakan media sosial (Medsos).
"Misal media bagaimana menggunakan media itu yang bijak dengan benar dan itu juga butuh bimbingan kita selaku orangtua terhadap anak-anak," ujarnya.
Luthpiah menegaskan, kalau semua elemen sudah bergerak maka tidak akan ada lagi celah-celah itu, karena semua sudah bekerja sesuai dengan fungsinya sehingga angka kekerasan terhadap perempuan dan anak maupun laki-laki bisa di tekan seminimal mungkin.
"Kalau mau menghapus sampai nol, rasa saya nggak mungkin, tapi setidaknya ada upaya kita bersama untuk memberikan penekanan," jelasnya.
Kepala Bidang (Kabid) PPA Provinsi Jambi Rika Oktavia juga menambahkan, dua tahun keberadaan PUSPA diharapkan bisa memberi arti dan memberi warna kepada kesejahteraan perempuan dan anak (PPA).
"Upayanya terutama di ranah preventif, jadi kalau pemerintah sudah hadir dalam penanganan kasus perempuan dan anak lebih lagi di permudah, dengan bantuan dari semua organisasi masyarakat yang tergabung di dalam PUSPA dalam upaya preventif nya," katanya.
Untuk tahun ini saja, peran perempuan di ranah politik saja sudah mengalami peningkatan 3 persen. Ini diharapkan juga bisa meningkat di ranah eksekutif, maupun yudikatif. Menurutnya eksistensi perempuan di ranah publik sudah seharusnya diperhitungkan.
"Jadi PUSPA ini lebih ke ranah preventif dan advokasi kepada masyarakat," tuturnya.
Ketika perempuan dan anak jika mengalami kasus-kasus kekerasan atau pun dalam mengalami kesenjangan ekonomi, politik dan sebagainya itu Forum PUSPA hadir menjembatani antara korban/masyarakat ke pemerintah.
"Itu dilakukan supaya Pemerintah mengetahui, jika akan melaksanakan program program dan kegiatan yang diluncurkan agar tepat sasaran yang memang dibutuhkan oleh perempuan dan anak," tandasnya.(afm)
Kepengurusan PUSPA Provinsi Jambi Dievaluasi, Ketua : Segera Siapkan Rencana Aksi
Program Kerja PUSPA di 2022 Diperbanyak, Meski Anggaran Terbatas
Nobar Film Dokumenter Sambut 2 Tahun Kehadiran PUSPA di Jambi
Raker FPTI di Merangin, Cecep: Kita Lakukan Evaluasi dan Proyeksi untuk 2020
Bawaslu Rampungkan Seleksi Panwascam, KPU Baru Rekrut PPK Januari


Pasca Serangan Siber, Sekda Sudirman Resmi Ditetapkan Jadi Komisaris Bank 9 Jambi



