JAMBERITA.COM- Sikap bijak ditunjukkan bakal calon Bupati Batanghari Hj. Yunninta Asmara, SH ketika menanggapi maraknya akun palsu di media sosial yang membully atau intimidasi dirinya ataupun pendukungnya.
"Saya sering menerima screenshot tentang praktik bullying atau intimidasi pada saya maupun pendukung saya di media sosial, namun saya ingatkan anak - anak jangan menanggapi berlebihan, apalagi membalas dengan melakukan hal yang sama, jika kita diamkan toh nanti hilang sendiri, ungkapnya di Muara Bulian Rabu, (11/3/2020).
Bahkan calon Bupati Batanghari terkuat versi beberapa lembaga survei ini berpesan pada pendukungnya untuk fokus saja melakukan pendekatan kepada masyarakat, mensolidkan barisan dan mengajak masyarakat yang lain bergabung dengan barisan Batanghari Unggul, harapnya.
Maraknya akun palsu dalam pilkada serentak sebenarnya merupakan satu fenomena dalam dunia politik dan media sosial. Pernyataan ini disampaikan penggiat media sosial Ibrahim Tarigan di Jambi (11/3) kemarin, menurutnya di banyak event politik di dunia ataupun di Indonesia, penggunaan akun palsu oleh buzzer sudah dijadikan strategi tersendiri untuk mensosialisasikan program dan personal calon.
" Akun palsu dan buzzer dalam pemilu lahir seiring berkembangnya media sosial, ini sudah menjadi pilihan strategi untuk sosialisasi program dan calon, namun ada juga yang menggunakannya untuk melakukan intimidasi atau bullying pada calon yang dianggap lawan, jelas pria berperawakan gempal ini menjelaskan. "
Namun Ibrahim Tarigan menambahkan dalam kasus Pilkada Batanghari, akun palsu yang digunakan untuk menyerang calon lain, sebenarnya merupakan bentuk kepanikan mereka terhadap calon yang mereka nilai paling kuat di masyarakat, untuk bertanding di aspek lain mungkin belum bisa, karena keterbatasan sumberdaya, sehingga aku palsu dijadikan pilihan. Namun yakinlah sebenarnya serangan akun palsu ini hanya memperlihatkan bahwa ibu Yunninta merupakan calon yang kuat dan potensial untuk menang di Pilkada Batanghari.(*/sm)
Warga Pemayung ini Sebut Nomor Urut Satu Bagi Paslon Yuninta-Mahdan Simbol Kemenangan
Dukungan Tak Terbendung, Warga Desa Rawa Mekar Teriakkan Yunninta-Mahdan Harga Mati
Yunninta: Daerah Tidak Akan Maju Jika Perempuannya Tertinggal


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



