Bicara di Forum Kementerian PPA, Ketua FKPT Jambi Prof Syukri: Keluarga Benteng Cegah Radikalisme



Kamis, 12 Maret 2020 - 09:53:18 WIB



JAMBERITA.COM- Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi Prof Dr H Ahmad Syukri MA menjadi pembicara dalam kegiatan yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI di Hotel Aston Kamis (12/3/2020).

Kegiatan yang mengambil tema Fasilitasi penyusunan produk hukum dan perundangan yang mendukung perlindungan anak korban stigmasasi dan jaringan terorisme di Provinsi Jambi mengundang sejumlah organisasi perempuan, ormas dan lintas instansi.

Dalam paparannya, Prof Syukri menjelaskan serangan bom bunuh diri pada 13-14 Mei 2018 di 3 gereja di Surabaya melibatkan satu keluarga  yakni Suami istri dan empat anaknya. Lalu Ledakan bom di Sibolga, saat penggeledahan rumah, Istri terduga terorirs Soimah meledakkan diri bersama anaknya yang masih  berusia 2 tahun.

“Keterlibatan perempuan dan anak-anak dalam konteks keluarga dalam aksi teror dan dalam kelompok teror tidak terlepas dari adanya pergeseran  ideologi dalam kelompok tersebut. Pola penyebaran ideologi yang berkembang saat ini telah sampai pada pelibatan keluarga bahkan  sebagai pengantin dalam narasi mengajak keluarga untuk masuk surga bersama melalui jihad,” kata Prof Syukri.

Pergeseran ideologi berikutnya, kata Prof Syukri,  dalam konsep Gender Contruction dimana pada kelompok  teror sebelumnya, narasi maskulinitas dengan bahwa laki-laki pelaku teror utama sudah bergeser.

“Melihat fenomena diatas tidak bisa dipungkiri bahwa posisi perempuan sangat vital dalam keluarga. Sementara keluarga merupakan sekolah pertama dalam penanaman nilai moral dan karakter anak,” jelas Guru Besar UINS STS Jambi ini.

Karena itu, perempuan adalah benteng dari pengaruh paham dan ideologi kekerasan yang kini menyasar anak usia dini. Oleh karena diperlukan upaya penanaman nilai kebangsaaan wawasan keagamaan dan kearifan lokal dalam keluarga karena efektif menjadi filter dalam menangkal penyebaran radikalisme dalam keluarga.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bergabung bersama dalam melakukan pencegahan pahan radikal dan terorisme.

“Peran  masyarakat dalam mencegah paham radikalisme tanamkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI, perkaya wawasan keagamaan, waspada terhadap provokasi dan hasutan, jadikan keluarga tempat konsultasi dan diskusi terhadap hal-hal baru yang ditemukan di lingkungan, laporkan setiap gejala mnencurigakan, membangun jearing dengan komunitas damai baik online dan offline untuk terus mengkampanyekan pencegahan terhadap paham radikalisme ini,” pungkasnya.(sm)





Artikel Rekomendasi