Sedih Disalahkan, Keluarga Dekat Pasien Covid-19 asal Tebo Ini Sebut Kepulangan Atas Saran Dokter



Rabu, 08 April 2020 - 04:56:25 WIB



JAMBERITA.COM - Orang Terdekat Pasien 01 asal Kabupaten Tebo yang terkofirmasi positif Covid-19 akhirnya angkat bicara terkait kepulangan pasien ke rumah untuk diisolasi secara mandiri, Selasa malam (7/4/2020).

Menurutnya, pasien itu sudah lumayan lama menjalani isolasi di RSUD Raden Mattaher Jambi sehingga disebut sudah merasa stress bahkan tensi naik, yang akhirnya diputuskan untuk boleh pulang ke rumahnya.

BACA: Pantau Langsung Penjemputan pasien 01 Covid-19 di Pasir Putih, Ini Penjelasan Walikota Jambi Fasha

"Karena Bapak tu bahwa kondisinya sudah bagus, sudah baik, sudah sehat, jadi dokter tu memang minta Bapak tu balik, boleh isolasi mandiri dirumah," terangnya kepada awak media di rumahnya Selasa malam (7/4/2020).

Sebelumnya katanya lagi, si pasien 01 itu sempat bertanya juga kepada dokter apakah benar dia dibolehkan untuk pulang ke rumah."Padahal Bapak sudah ngomong juga ke dokter, dak apa apa saya pulang dok? dak apa apa pak, tetapi bapak jangan keluar keluar di dalam kamar saja khusus, katanya kan," sebutnya menirukan.

Setelah pernyataan itu keluar, kata orang terdekat pasien, tentulah mereka sangat senang dengan keputusan tersebut dan dipaksa membuat surat pernyataan sampai dengan ditandatangan.

"Berarti dia kurang koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), karena orang kesehatan nanya ke saya, kenapa Kenapa ibu pulang? Karena saya disuruh jemput bapak, ya saya jemput lah, ternyata dia tidak koordinasi dengan orang kesehatan," terangnya.

Sesampainya di rumah, katanya lagi sudah mulai pada sibuk, bahwa mereka disebut memaksa untuk meminta pasien pulang ke rumah."Nah Kami ni tahu juga aturan, tapi karena dia sendiri yang nyuruh, itulah kejadiannya," katanya.

Orang terdekat pasien membeberkan bahwa mereka tidak pernah meminta pasien pulang, karena mereka mengerti, tetapi karena sudah ada rekomendasi dari dokter yang mengatakan secara klinis si pasien sudah bagus.

"Tetapi SOP dengan dinas kesehatan tu yang dak boleh, itulah kejadiannya, intinya orang itu tidak berkoordinasi yang menyuruh kami balik. Kan seolah olah dipermainkan jadinya, sudah tu kami disalah-salahin pula, warga disini tahunya kami yang salah," jelasnya.

Lebih lanjut, orang terdekat pasien juga menyampaikan, bahwa dirinya bersama anak anaknya sudah melakukan tes kesehatan, begitupun dengan semua warga Tebo yang pernah kontak langsung dengan pasien dan hasilnya semua negatif Covid 19.

"Kami, sayo dan anak anak sayo sudah dua kali test negatif hasilnya, dan juga semua warga Tebo yang kontak dengan Bapak tu semua negatif hasilnya," pungkasnya.(afm)



Artikel Rekomendasi