Beasiswa PIP Yang Diperjuangkan, SAH Minta Kepada Bank Penyalur Segera Dicairkan



Jumat, 10 April 2020 - 08:08:31 WIB



JAMBERITA.COM- Di tengah-tengah kondisi pandemi COVID-19 yang penyebarannya sangat massif, seluruh sektor perekonomian dan masyarakat saat ini terkena dampak langsung dari wabah ini. Ekonomi masyarakat sangat sulit bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ekonomi sulit saat ini menimbulkan banyak keluhan orang tua dan wali murid di Provinsi Jambi tentang sulitnya pencairan dana Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang telah di SK-kan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI akhir tahun 2019 lalu. 

Sebagai pihak yang mengusulkan dan memperjuangkan Beasiswa PIP tersebut, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Sutan Adil Hendra (SAH) meminta Bank yang ditunjuk pemerintah segera mencairkan dana Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), sehingga bisa meringankan beban masyarakat yang saat ini semakin sulit karena wabah Corona.

“Kepada pihak Bank penyalur yang sudah ditunjuk oleh Kemendikbud RI yakni BRI untuk pelajar SD dan SMP, kemudian BNI untuk tingkatan SMA dan SMK, jangan buat lagi administrasi yang berbelit-belit karena sudah jelas ada SK dari Kemendikbud RI tentang penerima  beasisawa PIP tersebut,  yang di Provinsi Jambi saya perjuangkan sebanyak 58 ribu penerima dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK”, jelas Bapak Beasiswa Jambi ini di Jambi (9/4) kemarin.

Kejadian ini menurut Anggota DPR RI yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi tersebut merupakan salah satu bentuk ketidakpekaan terhadap nasib masyarakat ditengah pandemi Corona yang dialami seluruh anak bangsa.

"Saya pikir kita harus lebih peka akan nasib anak bangsa, ditengah wabah Corona yang menakutkan, Bank penyalur harus segera mencairkan dana beasiswa tersebut sebagai bagian dari tanggap darurat Covid - 19, " harapnya. 

SAH sendiri mengaku pihaknya akan segera menelusuri permasalahan mengapa beasiswa PIP sulit dicairkan oleh bank penyalur, apakah karena administrasi atau terhambat dari pihak bank penyalur, yang jelas pihaknya akan mencari solusi keterlambatan pencairan beasiswa tersebut.

"Insya Allah kita akan segera menelusuri keterlambatan pencairan dana beasiswa PIP, karena kita ingin dana ini bermanfaat bagi pelajar dalam melakukan proses pembelajaran yang saat ini dilakukan secara online di rumah, tentunya sangat dibutuhkan fasilitas penunjang seperti akses online dan juga peralatan belajar seperti buku bahan ajar, kertas, buku tulis, alat tulis dan lainnya” tandasnya.(*/sm)

 





Artikel Rekomendasi