JAMBERITA.COM- Di tengah-tengah kondisi pandemi COVID-19 yang penyebarannya sangat massif, seluruh sektor perekonomian dan masyarakat saat ini terkena dampak langsung dari wabah ini. Ekonomi masyarakat sangat sulit bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ekonomi sulit saat ini menimbulkan banyak keluhan orang tua dan wali murid di Provinsi Jambi tentang sulitnya pencairan dana Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang telah di SK-kan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI akhir tahun 2019 lalu.
Sebagai pihak yang mengusulkan dan memperjuangkan Beasiswa PIP tersebut, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Sutan Adil Hendra (SAH) meminta Bank yang ditunjuk pemerintah segera mencairkan dana Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), sehingga bisa meringankan beban masyarakat yang saat ini semakin sulit karena wabah Corona.
“Kepada pihak Bank penyalur yang sudah ditunjuk oleh Kemendikbud RI yakni BRI untuk pelajar SD dan SMP, kemudian BNI untuk tingkatan SMA dan SMK, jangan buat lagi administrasi yang berbelit-belit karena sudah jelas ada SK dari Kemendikbud RI tentang penerima beasisawa PIP tersebut, yang di Provinsi Jambi saya perjuangkan sebanyak 58 ribu penerima dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK”, jelas Bapak Beasiswa Jambi ini di Jambi (9/4) kemarin.
Kejadian ini menurut Anggota DPR RI yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi tersebut merupakan salah satu bentuk ketidakpekaan terhadap nasib masyarakat ditengah pandemi Corona yang dialami seluruh anak bangsa.
"Saya pikir kita harus lebih peka akan nasib anak bangsa, ditengah wabah Corona yang menakutkan, Bank penyalur harus segera mencairkan dana beasiswa tersebut sebagai bagian dari tanggap darurat Covid - 19, " harapnya.
SAH sendiri mengaku pihaknya akan segera menelusuri permasalahan mengapa beasiswa PIP sulit dicairkan oleh bank penyalur, apakah karena administrasi atau terhambat dari pihak bank penyalur, yang jelas pihaknya akan mencari solusi keterlambatan pencairan beasiswa tersebut.
"Insya Allah kita akan segera menelusuri keterlambatan pencairan dana beasiswa PIP, karena kita ingin dana ini bermanfaat bagi pelajar dalam melakukan proses pembelajaran yang saat ini dilakukan secara online di rumah, tentunya sangat dibutuhkan fasilitas penunjang seperti akses online dan juga peralatan belajar seperti buku bahan ajar, kertas, buku tulis, alat tulis dan lainnya” tandasnya.(*/sm)
HKTI Jambi Gaungkan Gerakan Tani Makmur, SAH: Pilar Ketahanan Pangan & Energi Menuju Indonesia Emas
SAH Serukan Gerakan Sadaqah Tani Jadi Solusi Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan di Jambi
SAH Apresiasi Kunjungan Presiden Prabowo ke Luar Negeri, Buka Peluang Ekonomi, Investasi dan Ekspor
Setujui Tambah Anggaran 200 Milyar Untuk Penanganan Covid-19, Ketua DPRD Edi : Validasi Data
Rapid Tes Dua Anak Sopir Pengusaha Positif, Johansyah: Jangan Panik, Tunggu Hasil Uji Swab
Jumlah ODP Provinsi Jambi Menurun, Johansyah: Hasil Uji Lab 2 PDP Negatif


Pasca Serangan Siber, Sekda Sudirman Resmi Ditetapkan Jadi Komisaris Bank 9 Jambi



