SAH Soroti Angka Kematian Indonesia Yang Terkategori Buruk



Selasa, 14 April 2020 - 07:08:51 WIB



JAMBERITA.COM- Buruknya penanganan COVID-19 di Indonesia mendapat sorotan dari Anggota Komisi IX DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH). Berbicara di Jambi (13/4) kemarin Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR itu mengatakan Fatality rate (angka kematian) di Indonesia akibat virus corona sudah melampaui Iran dan Italia.

"Kita harus berani jujur mengatakan penanganan COVID-19 di tanah air buruk, baik di tataran kebijakan maupun koordinasi kesiapsiagaan di jajaran pemerintah dan rumah sakit," jelasnya. 

Akibat dari hal ini, Bapak Beasiswa Provinsi Jambi ini mengatakan jumlah penderita melonjak drastis hanya dalam sehari, yakni 227 kasus dari sebelumnya 172 kasus per Rabu (18/3) dan 11 sembuh. 

Namun yang paling mengkhawatirkan adalah angka kematian dengan case fatality rate (CFR) yang tinggi. 

"Tercatat sudah ada 19 orang dari 227 penderita meninggal, sehingga fatality rate mencapai 8,37% (jumlah meninggal dibagi angka positif x 100%)," jelasnya. 

Sebagai catatan, hitungan ini merupakan hitungan cara termudah karena pandemi masih berjalan. Antara satu negara dengan negara lainnya memiliki titik start yang berbeda.

Menurut SAH, buruknya penanganan Corona di Indonesia terjadi karena pemerintah menganggap biasa atau remeh wabah Corona ketika di awal - awal terjadi, ditambah ketidakterbukaan pemerintah dengan data pasien yang terinfeksi membuat kesiapsiagaan pemerintah di semua tingkatan lemah, akibatnya kita terlambat untuk mengantisipasi, padahal negara yang berbatasan langsung dengan China sebagai episentrum wabah relatif aman dengan korban meninggal yang O, artinya memang ada keterlambatan penanganan.

Dalam ini SAH menambahkan ke depan meski terlambat pemerintah setidaknya bisa melakukan kebijakan tegas berupa penerapan karantina wilayah dan melarang mudik lebaran dan hari raya, karena jika mobilitas tidak dibatasi Ketua DPD Partai Gerindra ini mengkhawatirkan akan terjadi lonjakan jumlah masyarakat yang terinfeksi.

"Kita menghimbau pemerintah tanggap dalam mengantisipasi, khususnya menerapkan karantina wilayah dan melarang mobilitas penduduk," tandasnya.(*/sm)

 





Artikel Rekomendasi