JAMBERITA.COM- Anggota Komisi IX DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) meminta pemerintah untuk mengacu pada parameter yang jelas dan terukur dalam menerapkan kebijakan new normal di sejumlah daerah.
Hal ini menurutnya untuk menghindari eskalasi penyebaran COVID-19 yang lebih besar di berbagai daerah di tanah air, sehingga anggota Fraksi Partai Gerindra ini mengingatkan kebijakan new normal harus berdasarkan parameter-parameter yang jelas dan terukur.
"Saya pikir new normal membutuhkan parameter yang jelas dan terukur, seperti apakah kurva penularan di satu daerah itu sudah melandai atau belum, karena jika salah penerapan justru akan memicu penyebaran Virus Corona di daerah," ungkapnya.
Apalagi dalam pantauan Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan tidak ada satu pun provinsi di Indonesia yang memenuhi syarat menerapkan kondisi new normal pasca COVID-19.
"Kita lihat dari berbagai daerah kasus penularan masih cukup tinggi, dalam hal ini pemerintah harus terbuka soal data peningkatan kasus positif corona. Jika memang betul tidak ada penularan lagi, maka new normal menjadi harapan semua pihak, namun jika data yang disampaikan tidak valid, maka new normal bukan kebijakan yang tepat," ungkapnya di Jambi (1/6) kemarin di Provinsi Jambi.
Untuk itu, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi ini mengingatkan kebijakan new normal akan membuat rakyat menjadi korban dari kebijakan yang spekulatif ini, pemerintah harus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam hal ini.(*/sm)
Hadiri Rapat Paripurna, Bupati Tanjab Barat Sampaikan Komitmen Laporan Keuangan Daerah
Batik Air Resmi Mengudara di Muara Bungo, Gubernur Al Haris: Pemicu Ekonomi Wilayah Barat
Kabel PLN 50 Meter di Muaro Jambi Digondol Maling, Warga Resah Puluhan Rumah Padam Total
Masyarakat Bisa Ikut Kawal Pemberian Bantuan JPS, Begini Caranya
6 Hari Tak Ada Peningkatan, Hari Ini Jumlah Yang Diuji Swab Covid-19 di Jambi Meningkat Drastis
Lima Peserta Tuntaskan Program Pemagangan Nasional Angkatan 3 di Kanwil Kemenkum Jambi


