Entrepreneur Muda Ini Bagi Tips Berwirausaha Saat Pandemi Covid-19



Minggu, 21 Juni 2020 - 16:42:48 WIB



Dina Widiastuti
Dina Widiastuti

Oleh: Dina Widiastuti*

 

Pandemi Covid-19 semakin merebak di Indonesia. Kini, bukan hal asing bagi setiap sudut tempat untuk menerapkan aturan baru demi memutus rantai virus Covid-19. Beragam lini usaha terkena dampaknya, termasuk kamu yang berprofesi sebagai entrepreneur atau sedang menjalankan suatu bisnis.

Dalam kondisi saat ini, kamu harus mampu membuat tatanan hidup yang lebih baik lagi. Seperti mengkonsumsi makanan yang bergizi, minum yang cukup, tetap berolahraga, dan lanjutkan bisnismu! Tidak sedikit warung yang biasanya buka sepanjang hari, kini waktunya dibatasi, dan banyak yang beralih untuk membeli segala kebutuhan atau sekedar membeli makanan melalui android. Apalagi kalau bukan belanja di Online shop atau disingkat dengan Olshop.

Online Shop adalah kegiatan pembelian barang dan jasa melalui media internet. Kegiatan belanja daring ini merupakan bentuk komunikasi baru yang tidak memerlukan komunikasi tatap muka secara terpisah dari dan ke seluruh dunia melalui media notebook, computer, ataupun handphone yang tersambung dengan layanan akses internet. (*)

Seperti halnya sekarang masyarakat lebih dominan membeli kebutuhan apapun dengan mudah di Olshop. Mulai dari makanan, kosmetik, pakaian dan masih banyak lagi. Waktu yang cukup terbatas karena padatnya aktivitas atau juga untuk meminimalisir bertemu keramaian yang akan memicu terpaparnya virus, menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi entrepreneur muda yang satu ini, Satriyani si penjual kue brownies.

Bagaimana tipsnya agar bisa survive dalam menjalankan usaha meski ditengah pandemi ini? Mari kita simak cerita dan tipsnya!

Bagi seorang entrepreneur muda seperti Satriyani tentunya sangat dekat dengan dunia bisnis terlebih lagi ia sedang duduk dibangku kuliah tepatnya di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Ia kerap disapa “Yani” oleh teman-temannya. Yani memiliki semangat yang tinggi dalam berbisnis khususnya di bidang makanan dengan brand produknya “Brownies Satriyani”. Di masa pandemi ini Yani tetap berjualan dengan berkeliling mengantar pesanan.

Menurutnya, meski dimasa pandemi ini minat konsumen dalam membeli produknya sangat meningkat. Seperti yang disampaikannya melalui wawancara singkat via chat whatsapp, “orang-orang kini lebih memilih belanja online ketimbang offline, karena suasana dan kondisi yang menuntut untuk tidak berkeliaran diluar rumah kecuali hal yang penting dan mendesak saja. Saat lebaran kemarin pun pesanan juga meningkat. Perbandingan itupun terlihat dari total pesanan lebaran tahun lalu sekitar 80 box, dan meningkat pada tahun ini sekitar 135-an box. Itu belum termasuk pesanan yang tidak diterima.”

Selain itu, Yani juga termotivasi untuk terus berjualan demi membantu perekonomian keluarga sekaligus terus mengasah kemampuan dalam berwirausaha. Usahanya pun dapat dikatakan sangat inovatif. Produknya selalu di update ke berbagai media sosial, mulai dari facebook, instagram dan whatssapp. Beragam ide dituangkan agar produknya tetap fresh dan berkualitas sehingga banyak peminat. Inti pesan darinya untuk anak-anak muda, jualan itu sesuatu hal yang seru ada banyak proses yang dilewati. Nikmati dan syukuri.

Ada banyak alasan untuk tidak mencoba mulai dari kurang percaya diri, takut, gaptek dan masih banyak lagi, namun tentunya kita pun juga memiliki lebih banyak lagi jalan dan cara untuk mencoba melawan alasan yang dapat mengubur mimpimu. Niat yang baik akan membawa keberkahan dalam setiap langkah kita.

Begitu banyak jalan yang ditempuh untuk memulai berbisnis. Kita sebagai umat muslim tidaklah asing dengan hal-hal yang berkaitan dengan entrepreneur. Mengapa? Sebab kita sebagai umat muslim telah mendapat contoh penerapan yang baik yaitu dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Beliau merupakan saudagar yang jujur dan amanah. Ketika berusia 25 tahun beliau pergi ke Syam untuk berdagang.

Khadijah sebelum menjadi istri beliau, ia menawarkan kepada Rasulullah untuk menjual barang-barangnya ke negeri Syam bersama seorang pemuda budaknya Khadijah yang bernama Maisarah (Sirah Ibnu Hisyam, 187-188, dinukil dari Ar Rahiqul Makhtum, 1/51). Begitu pula dengan para sahabat, mereka pun juga kebanyakan adalah seorang pedagang. Abu Bakar radhiallahu’anhu adalah pedagang pakaian, Umar radhiallahu’anhu pernah berdagang gandum dan bahan makanan pokok, dan masih banyak lagi. (*)

 

 

Penulis adalah: Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam(*)



Artikel Rekomendasi