Reses IW ke Muaro Jambi, Tampung Aspirasi Soal Infrastruktur hingga Tambahan Dana Desa



Minggu, 02 Agustus 2020 - 20:51:39 WIB



Ivan Wirata (IW) saat reses tahap II di Desa Talang Bukit Kecamatan, Bahar Utara Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (2/8/2020).
Ivan Wirata (IW) saat reses tahap II di Desa Talang Bukit Kecamatan, Bahar Utara Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (2/8/2020).

JAMBERITA.COM- Anggota DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata (IW) kembali menampung aspirasi masyarakat di reses tahap II di Desa Talang Bukit Kecamatan, Bahar Utara Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (2/8/2020).

Dimana dalam reses tersebut dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak, pakai masker dan beberapa perwakilan masyarakat sebelum memasuki area pertemuan di wajibkan mencuci tangan.

Ivan Wirata yang kerap disapa dengan sebutan IW mengatakan dalam reses tersebut terutama yang disampaikan oleh warga yaitu persoalan infrastruktur jalan Simpang Penerokan sampai dengan Sungai Bahar.

"Kondisi jalan kan sekitar 26 Kilo Meter (KM) dan kondisi mantapnya sudah hampir sekitar 60 persen dan mereka (masyarakat) minta (jalan) di perpanjang lagi," katanya kepada jamberita.com.

Menurut IW, anggaran yang disiapkan untuk infrastruktur jalan tersebut yaitu sekitar Rp19 Miliar dan seharusnya mendapat jalan sepanjang 2,5 KM sekarang menjadi 1,4 KM."Jadi keinginan masyarakat, diselesaikan. Karena ada pemotongan (Refocusing Anggaran Covid-19) mudah-mudahan di 2021 itu ditambah lagi, kita minta pengajuan," terangnya.

Selain insfratruktur jalan, keluhan lainnya juga disampaikan kepada anggota DPRD Dapil Muaro Jambi tersebut, seperti misalnya masalah dana replanting perkebunan sawit."Karena kalau harga per hektare nya Rp30 juta, kalau bisa dinaikkan Rp40 juta," katanya.

Kemudian masalah pendidikan, yaitu pihak SMK 6 meminta IW dapat mendorong agar dilingkungan sekolah nya yang kurang lebih sekitar 500 Meter persegi dapat segera di bangun pagar."Selama ini tidak ada pagar, jadi (pihak sekolah) agak sedikit sulit memantau kedisiplinan siswa/i nya, kadang-kadang menghilang (bolos), jadi minta diusulkan," ungkapnya.

Begitupun mengenai lampu penerangan jalan juga dikeluhkan masyarakat setempat dan meminta juga adanya penambahan gardu karena PLN sering mati, kata IW awalnya rencana pelaksanaan itu sudah dianggarkan di ESDM, tapi tertunda karena adanya pandemi Covid-19.

"Termasuk masalah pemberdayaan, kalau bisa anggaran Dana Desa dari provinsi itu sekarang kan Rp60 juta/tahun. Kalau bisa kedepan di besarkan sekitar Rp100 juta per Desa, jadi bisa membantu terhadap pemberdayaan," jelasnya.

Reses tahap ke II itu juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kab.Muaro Jambi Ahmad Taufik, 8 Kepala Desa di Kec.Bahar Utara, dan Tim Kesehatan dari rumah sakit Erni Medika menyampaikan persoalan pelayanan Kesehatan (Jampersal, Ambulance).(afm)



Artikel Rekomendasi