JAMBERITA.COM- Anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) meminta BKKBN melakukan upaya koordinasi dan sinkronisasi kebijakan untuk mempercepat upaya menurunkan angka prevalensi stunting pada anak.
Hal ini disampaikan Anggota Fraksi Partai Gerindra itu ketika menghadiri rapat pembahasan Rencana Kerja anggaran BKKBN 2021 (3/9/2020) lalu secara virtual.
Menurut Bapak Beasiswa Jambi ini, masalah koordinasi dan sinkronisasi dan Pengendalian Aksi Cegah Stunting dibutuhkan untuk mendorong Pencapaian Sasaran Agenda Pembangunan Nasional yang menjadi target Nawacita pemerintah.
"Pendekatan multisektor untuk melakukan konvergensi program pencegahan stunting harus dilakukan di semua tingkatan sejalan dengan Strategi Nasional Pencegahan Stunting," ungkapnya.
Dalam hal ini, SAH berharap pemerintah dapat memastikan agar sumber daya diarahkan dan dialokasikan untuk mendukung dan membiayai kegiatan-kegiatan prioritas, terutama meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (Ibu Hamil dan anak usia 0-2 Tahun).
"Penyebab stunting yang paling utama adalah karena asupan nutrisi yang tidak optimal dan kebutuhan nutrisi yang meningkat akibat kondisi kesehatan sub-optimal yang disebabkan oleh penyakit pada balita," katanya.
Sehingga sangat penting untuk terus dilakukan pemantauan status gizi balita di fasilitas kesehatan dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit agar dapat menerapkan sistem rujukan yang baik.(*/sm)
26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Ekspansi Jaringan Internet Indonesia
Dari Pelatihan ke Pengabdian, Diana Yuli Astuti Siap Perkuat Pelayanan Hukum di Jambi
Kepala Kejati Jambi Tanggapi Soal Money Politic Jelang Pilkada, Ini Katanya
Ajak Awak Media Coffe Morning, Kepala Kejati Jambi: Biar Saling Kenal
Polda Jambi Tangani 9 Laporan Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri, Dua Personel Dipecat!

