JAMBERITA.COM - Pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan yang menimbulkan kerumunan harus dihentikan. Ini juga untuk meminimalisir penyebaran virus di wilayah Provinsi Jambi. Hanya saja, ada beberapa kegiatan yang tidak bisa berhenti meski ada aturan yang harus menghentikan kegiatan tersebut.
Salah satu kegiatan yang tidak mungkin berhenti adalah proses perekrutan mahasiswa baru yang dilakukan oleh organisasi mahasiswa. Ini merupakan kegiatan resmi yang terus dilakukan saat masuknya mahasiswa baru ke kampus, baik negeri maupun swasta.
Mahasiswa baru sendiri berhak memilih organisasi tersebut untuk bergabung atau bahkan tidak ikut didalam organisasi. Jambi sendiri rata-rata semua organisasi mahasiswa sudah masuk seperti PMII, HMI, IMM, GMNI, GMNI, PMKRI, dan KAMMI. Namun, sekarang ini yang penulis lihat rata-rata mahasiswa baru memutuskan untuk bergabung dengan organisasi dengan alasan masing-masing.
Pada akhirnya, para pengurus organisasi harus berpikir keras untuk bisa melakukan kegiatan tersebut dan memastikan tetap tidak akan ada yang terpapar dari Covid-19. Penulis sendiri akhirnya memutuskan untuk melihat langsung proses perekrutan anggota baru yang dilakukan oleh pengurus organisasi.
Ketua Rayon Tadris UIN STS Jambi Nurdiansyah mengatakan, proses perekrutan anggota pihaknya lakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Menurutnya, pihaknya tidak ingin proses perekrutan anggota malah membuat penyebaran Covid-19 semakin tinggi.
"Karena kondisi ini, mau tidak mau kami memakai beberapa cara agar proses perekrutan anggota tetap bisa berjalan dan pastinya tidak menyebabkan penyebaran virus Covid-19 ini. Kami menyadari tantangan itu berat, hanya saja tetap harus kami laksanakan," katanya, Minggu (8/11/2020).
Mahasiswa semester 7 ini menyebutkan, pihaknya memakai beberapa pola perekrutan agar bisa memastikan tidak akan terjadi penyebaran virus tersebut. Salah satunya dengan menciutkan peserta baru selama proses perekrutan berlangsung. Selain itu, pihaknya juga memastikan jarak setiap peserta sesuai dengan anjuran pemerintah.
"Seharusnya proses perekrutan seperti ini bisa kami selesaikan dalam waktu sekali saja atau paling banyak 2 kali. Akan tetapi dengan kondisi seperti ini mau tidak mau kami harus membuat perekrutan memakan waktu yang banyak. Kami juga pastikan semuanya memakai masker dan disediakan Hand Sanitizer baik di ruangan maupun diluar ruangan," tandasnya.
Sementara itu, Afriansyah yang menjadi pemateri dalam perekrutan calon anggota di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyebutkan, bahwa dirinya memberikan materi kepada para calon anggota lewat daring yang memang disiapkan oleh panitia. Hal ini untuk mengantisipasi dan memutus mata rantai Covid-19.
"Kami diminta oleh adik-adik mengisi materi di perekrutan calon anggota HMI di Teknik Pertanian Unja lewat daring. Kami pribadi merasa dengan pola ini juga efektif dalam merekrut mahasiswa baru untuk bergabung dengan HMI," katanya.
Alumni Hukum Unja ini menyebutkan, sebenarnya akan lebih efektif sistem perekrutan dan memberikan materi dengan tatap muka. Hanya saja dengan kondisi ini mau tidak mau harus melakukan beberapa penyesuaian pola perekrutan agar perekrutan tetap bisa dilakukan dengan sedikit risiko penyebaran Covid-19. (am)
Pasca Serangan Siber, Sekda Sudirman Resmi Ditetapkan Jadi Komisaris Bank 9 Jambi
DPW APPSI Jambi 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Berikut Susunan Kepengurusannya
Langka! Kursi Bendum Jadi 'Primadona' di Muswil III APPSI Jambi Sampai Spanduk Diganti Berkali-kali
BEM STAI Maarif Jambi Gelar Webinar Pemanfaatan Bantuan Untuk Masyarakat Terdampak Covid
SKK Migas-PetroChina Serahkan Bantuan Penanganan Covid-19 bagi Petugas Garis Depan di Jambi
Hadir Secara Virtual, Ihsan Yunus Pantau Penyerahan Bansos di Desa Panerokan, Batanghari


Pasca Serangan Siber, Sekda Sudirman Resmi Ditetapkan Jadi Komisaris Bank 9 Jambi



