JAMBERITA.COM- Anggota Komisi IX DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) mengingatkan pemerintah agar program vaksinasi mandiri corona tidak membebani masyarakat. Jutaan keluarga Indonesia masih menghadapi masa-masa sulit akibat pandemi dan resesi ekonomi.
"Secara jujur jika tidak ada dukungan anggaran yang kuat, kita khawatir vaksinasi Covid 19 akan memberatkan masyarakat," ungkap Kandidat Doktor Ekonomi dari Universitas Jambi tersebut.
Sehingga untuk mengantisipasi hal ini SAH meminta pemerintah dapat memastikan masyarakat mampu menjalani vaksinasi mandiri, dengan memastikan harga vaksin terjangkau oleh semua kalangan.
Selain masalah faktor harga terjangkau, Bapak Beasiswa Jambi ini mengatakan masyarakat yang melakukan vaksinasi mandiri juga harus diberi kemudahan akses memperoleh dan membeli vaksin.
Sehingga diperlukan penyebarluasan atau sosialisasi informasi tentang distribusi vaksin dan harus menjangkau semua kalangan, ungkapnya ketika melakukan Sosialisasi Germas (17/10) kemarin di Jambi.
Pada kesempatan itu SAH menjelaskan pemerintah sedang merancang dua skema vaksinasi, yaitu vaksinasi bersubsidi dan vaksinasi mandiri. Vaksinasi bersubsidi hanya diberikan kepada 60 juta penduduk. Dengan asumsi ada 270 juta penduduk, berarti 210 juta penduduk harus mengeluarkan biayai sendiri untuk mendapatkan vaksin corona.
"Masalahnya, hingga kini belum ada kepastian tentang harga vaksin. Pemerintah bersama produsen vaksin corona harus sesegera mungkin menetapkan harga vaksin. Informasi tentang harga vaksin menjadi penting agar masyarakat mulai bersiap dengan menyisihkan penghasilan masing-masing," pungkasnya.(*/sm)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
Mahasiswa Kehutanan UNJA Kenalkan 'Hutan Ajaib di Tepi Laut' ke Siswa SMPN 17 Kota Jambi
Diskepora Provinsi Jambi : Biasakan yang Benar di Setiap Pelaksanakan Paskibraka
Update 18 November 2020, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Bertambah 27 Orang, Sembuh 46 Orang
TOT Pembina Paskibraka Diberi Materi Bahaya dan Pencegahan Norkoba, BNN: Waspada


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



