JAMBERITA.COM - Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi turun derastis dari tahun sebelumnya. Pjs Gubernur Jambi Restuardy Daud mengecek langsung sejumlah titik yang biasanya terjadi Karhutla. Sabtu, (28/11/2020).
Ardy menjelaskan bahwa tahun ini jumlah lahan yang terbakar sebesar 1.132 hektar, turun signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang luas lahan terbakarnya mencapai 11.736 hektar.
Dirinya mengatakan, selain dikarenakan faktor cuaca. Penurunan kasus Karhutla ini juga karena dari pihak Satgas Penanganan Karhutla yang sudah melakukan upaya pencegahan jauh lebih cepat.
"Ada beberapa langkah yang sudah dilakukan, di samping memang cuaca atau iklim di tahun 2020 ini. Satgas telah melakukan pemantauan lapangan dan operasi di darat dilakukan satu bulan lebih cepat, sebelum musim (red, kemarau)," jelasnya.
Ardy menambahkan untuk evaluasi yang dilakukan hari ini, nantinya akan dibawa sebagai bahan untuk penanganan Karhutla pada tahun 2021.
"Jajaran Forkompinda akan melanjutkan untuk menyusun rencana kerja atau road map 2021. Ini akan disesuaikan dengan iklim dan cuaca di tahun 2021," pungkasnya.
Beberapa lokasi yang dipantau lanhsung oleh Ardy melalui udara yaitu perbatasan Sumatera Selatan, Tanjung Jabung Timur, Bungo, Tebo dan Batanghari.
Ardy menambahkan bahwa beberapa daerah yang diperkirakan akan terjadi kebakaran, malah tampak basah. "Secara umum untuk daerah yang kita khawatirkan akan kebakaran malah basah," ujarnya. (sap)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
KFA Realisasikan Usulan Pasang Lampu Jalan Simpang IV Danau Sipin Warga: Ini Baru Kerja Nyata
Setelah Reses, KFA Lanjutkan Jumat Berkah dengan Bagi Nasi Bungkus di Sungai Putri
Reses Di Sungai Putri, KFA Sampaikan Program Penanganan Banjir Akan Diguyur Mulai Tahun 2021


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



