Orang Rimba Hanyut di Sungai Batanghari, Tumenggung Berharap bantuan Tim SAR Gabungan



Minggu, 29 November 2020 - 07:41:05 WIB



JAMBERITA.COM- Tiga hari sudah  Nyilat (20), keponakan Tumenggung Celitai,  Orang Rimba yang tinggal di Balai Adat, Desa Padang Kelapo, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, hilang dalam arus Sungai Batanghari. Tumenggung Celitai, beserta sejumlah anggota kelompoknya dibantu masyarakat desa dan tim SAR Batanghari masih melakukan pencarian korban.  Tim melakukan penyusuran di Sungai Batanghari namun belum membuahkan hasil. 

“Kami mencari dengan menggunakan perahu ketek orang desa, tapi belum ditemukan. Kami  berharap bisa segera ditemukan apapun kondisnya,” kata Tumenggung Celitai. 

Ninda, kakak korban mencertakan kejadian yang menimpa adiknya itu, Kamis pagi (26 November) sekitar jam 9.  Ninda dan Nyilat, berboncengan sepeda motor, sekitar 20 km dari lokasi pemukiman mereka dengan tujuan pasar Sungai Rengas, yang terletak di seberang Sungai Batanghari dari pemukiman mereka.  Sesampainya dipenyeberangan Sungai Rengas, keduanya menumpang perahu.  Ketika sudah hampir sampai diseberang, entah bagaimana, kejadiannya tiba-tiba Nyilat tercebur ke dalam sungai. Ninda yang mendengar suara jatuh sempat melihat ke belakang, dan melihat kaki adiknya sudah dalam posisi terbalik di dalam air. Ia berusaha untuk menolong, namun kondisi perahu yang ditumpanginya, tidak memungkinkan dirinya  leluasa bergerak. Nyilat hanyut tanpa bisa diraihnya.

Ninda segera berbalik ke lokasi pemukimannya dan mengadukan kejadian yang menimpa diknya ke Tumenggung. Selanjutnya bersama Tumenggung mereka melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Maro Sebo. Dari laporan itulah kemudian TIM SAR turun mencari korban, pada sore harinya.  Upaya pencarian korban juga dilakukan anggota kelompok Tumanggung Celitai dan dibantu masyarakat sekitar.

“Kami gunakan perahu ketek untuk menelusuri sungai, sudah sampai ke Mersam, tapi masih belum ada hasil,”kata Tumenggung.

Tumenggung menyebutkan Orang Rimba cukup kesulitan untuk melakukan pencarian dengan cara yang sudah berjalan. “Kami berharap ada tim SAR dengan personil dan  peralatan yang lebih banyak untuk membantu melakukan pencarian, seperti tim SAR Gabungan,”kata Tumenggung.

Tumenggung  yang merupakan pemimpin kelompok Orang Rimba kelompok itu, menyebutkan meski korban belum ditemukan, namun keluarg a inti korban Bepak Merni (orang tua korban), Maris (paman Korban) dan Nanggul (kakak korban) sudah pergi melangun ke daerah Bungku Kecamatan Bajubang Batanghari. Total ada 10  orang yang pergi melangun.

Melangun merupakan tradisi yang dijalani Orang Rimba untuk menghilangkan kesedihan akibat ditinggal kerabat mereka. Biasanya Melangun dilakukan oleh semua anggota kelompok Orang Rimba. Hanya saja, sebagian besar anggota kelompok Tumenggung Celitai sudah memeluk agama islam sehingga yang melakukan  tradisi ini hanya sebagian kecil.





Artikel Rekomendasi