JAMBERITA.COM - Sehari menjelang Calon Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh bersepakat tidak melakukan aksi pengerahan massa demi mencegah kericuhan.
Kapolda Jambi, Irjen A Rachmad Wibowo meminta dua paslon yang maju di Pilwako Sungai Penuh harus bersama-sama menahan diri dan selalu menerima apapun hasil yang akan diterima serta tidak melakukan aksi yang memicu konflik.
"Sore ini saya telah bertemu dengan dua paslon di Kota Sungai Penuh ini," tegas Kapolda, Selasa (8/12/2020) kemarin.
Dalam pertemuan itu kata Kapolda, mereka membahas mulai dari persoalan politik uang lalu pengerahan massa dan tidak adanya intimidasi kekerasan. "Maka dari itu kita meminta agar kedua kandidat yang maju untuk tidak melakukan hal-hal yang mana dapat membuat merugikan," katanya
Ia juga berpesan supaya dua paslon yang maju untuk saling ciptakan pilkada aman dan damai. "Saya minta jangan ada yang namanya intimidasi dilakukan, intimidasi berupa kekerasan baik kepada lawan politik atau petugas bahkan kepada pemilih. Saya harap itu jangan sampai terjadi," ujarnya.
Bahkan dalam mencegah adanya serangan fajar sehari masa pemilihan, Kapolda Jambi sudah mengintruksikan seluruh anggota yang bertugas di Polres Kerinci untuk menggelar razia di setiap jalan. Tindakan itu dilakukan polisi supaya mengawasi setiap pergerakan yang mencurigakan bagi-bagi uang.
BACA JUGA: Tak Main-main TNI/Polri Dikerahkan ke Kota Sungai Penuh Awasi Pilwako Secara Masif
"Masyarakat jangan takut, razia itu kita lakukan nanti malam untuk antisipasi adanya tindakan serangan fajar jelang pencoblosan besok. Kita ingin Pilkada dapat berjalan sesuai memilih tanpa ada paksaan," jelasnya.
Sejauh ini, dari data Bawaslu Jambi dua daerah di Jambi yakni Kerinci dan Sungai Penuh masuk dalam kategori rawan konflik. Pemicu konflik Pilkada itu dapat menyebabkan kericuhan yang bisa membahayakan.
TNI dan Polri saat ini juga telah mengerahkan beberapa pasukannya untuk mengawasi setiap TPS di dua daerah itu dalam antisipasi kericuhan. Bahkan sebanyak seratus personel Brimob Sumsel juga ikut membantu dalam pengamanan disana.
Sementara paslon 01, Ahmadi Zubir mengatakan akan sepakat dengan adanya arahan dari Kapolda Jambi. Ia juga telah berkomitmen untuk menjalani pilkada yang aman damai dan bersih tanpa adanya penggerahan massa, aksi bagi-bagi uang dan tindakan kekerasan.
"Saya rasa kita telah sepakat dengan arahan dan petujuk dari bapak Kapolda Jambi tadi, mudah-mudahan kita bisa menerima hasil pemilu ini dengan aman dan bersih tanpa adanya intimidasi. Kita tidak akan mengerahkan massa untuk menjadikan pilkada damai," tuturnya.
Selain itu, Fikar Azami dari paslon 02 juga mengatakan hal yang sama dalam pemilu damai di Pilwako Sungai Penuh Jambi. Meski menjadi anak dari Wali Kota Sungai Penuh Jambi, Asafri Jaya Bakri (AJB) ia tak akan mengerahkan massa untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pilkada.
"Kita tidak akan mengerahkan massa dalam pilkada ini. Kita juga sepakat untuk saling sama-sama menjaga keamanan dan tentu pilkada damai yang harus menjadi prioritas. Kita juga akan menerima apapun hasil dari pemilu nanti yang penting kita ingin pilkada yang tanpa kericuhan," sebutnya.(afm)
Menaker Tekankan Pelatihan Vokasi agar Lulusan Siap Masuk Dunia Kerja
Persebri Batang Hari Juara Liga 4 Jambi, Taklukkan Persikoja Lewat Drama Adu Penalti
Gubernur Al Haris Resmi Tutup Liga 4 di Stadion Swarna Bhumi: Persebri Siap Menuju Nasional!
Hari Pilkada, SAH Himbau Jangan Ada Penumpukan Pemilih Di TPS
Personil Polres Muaro Jambi Kawal Pendisitribusian Logistik Pilkada Jalur Air


Menambal Asa di Jalur Penyangga : Komitmen PUTR Jambi Benahi Infrastruktur Jalan Padang Lamo



