Rakernas FKPT Resmi Dibuka, Kepala BNPT: Cegah Sistem Nilai Kaum Radikal Intoleran



Selasa, 02 Maret 2021 - 21:31:50 WIB



JAMBERITA.COM- Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) VIII se-Indonesia resmi dibuka oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Dr Drs Boy Rafli Amar, MH di Hotel Laprima Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa malam (2/3/2021).

Rakernas FKPT tersebut dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan program Kegiatan Direktorat Pencegahan BNPT tahun anggaran 2021 yang dilaksanakan oleh Subdit Pemberdayaan Masyarakat.

Kegiatan Rakernas FKPT yang mengundang Pengurus FKPT dari 32 Provinsi se Indonesia.

Hadir pula dalam kegiatan ini, Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif, Bupati Manggarai Barat Editasius Endi, tamu undangan dan Pengurus FKPT dari 32 Provinsi se Indonesia.

Bupati Manggarai Barat Editasius Endi dalam sambutannya mengucapkan bahwa kegiatan ini menjadi kado istimewa baginya.

 “Saya baru dua hari berkantor jadi bupati, namun Labuan Bajo menjadi tuan rumah Rakernas FKPT. Ini tentu menjadi kado istimewa, dan investasi pasti akan bertumbuh dan berkembang. Stabilitas pasti terjadi. Sekali lagi terima kasih atas dipilihnya Labuan Bajo menjadi tuan rumah Rakernas FKPT. Bisa jadi Rakernas ke-IX, ke-X, ke-XI, akan di Labuan Bajo lagi,” katanya.

Ia mengatakan jika sudah ke Labuan Bajo, pasti akan ingin kembali lagu. “Labuan Bajo ini sangat rukun dan damai. Tiada pertentangan dan perbedaan. Dalam satu rahim, satu rumah, ada yang Islam ada yang Katolik. Semua ada di Labuan Bajo. Mohon doa agar kenyamanan dan perdamaian ini terus sampai nanti. Wartakanlah bahwa masyarakat Labuan Bajo sangat suka cita dalam menyambut Anda,” bebernya.

Di sela-sela kegiatan pembukaan, kegiatan itu juga diisi pemutaran video kegiatan FKPT se Indonesia dan pembacaan puisi oleh Annisa Putri Ayudya.

Kepala BNPT Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.H., dalam sambutannya mengatakan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan Rakernas dengan tema Kolaborasi untuk Indonesia di Labuan Bajo tersebut.

“Kita bersyukur dapat melaksanakan Rakernas di Labuan Bajo ini karena sudah direncanakan lama meskipun harus berbagi tempat karena pembatasan kegiatan dan protokol kesehatan. Tapi semuanya hadir di Labuan Bajo untuk melaksanakan Rakernas ini,” katanya.

Menurutnya, semua yang hadir disini adalah pejuang antiradikalisme intoleran. 

“Itulah yang senantiasa mewarnai nilai-nilai asing yang tidak sesuai dengan jatidiri bangsa ini. Karena sejatinya bangsa kita ini bangsa toleran, menghargai perbedaan, menghargai kemajemukan, damai, yang hari ini agak sedikit terganggu dengan adanya nilai asing yang menyebarkan faham radikal intoleran,” lanjutnya.

Hal ini terjadi, katanya, karena adanya popaganda Al-Qaeda dan propaganda ISIS. Mereka mencari pengikut dan tentunya mereka adalah bagian dari saudara kita yang harus diselamatkan.

Menurut doktor jebolan UNPAD ini, kegiatan terorisme itu tindakan antara lain memanipulasi agama. Meksi banyak kepentingan lain dalam aksi tersebut. 

“Kita harus mencegah sistem nilai kaum radikal intoleran karena bertentangan dengan dasar negara,” tegasnya.

Menurutnya, kalau radikal itu aslinya baik. “Kita memperjuangkan Pancasila itu juga harus radikal. Berpikir kritis, radikal itu keharusan. Namun kalau radikal intoleran, radikal terorisme itu tidak boleh apalagi dilakukan di ruang publik,” pungkasnya.(*/sm)



Artikel Rekomendasi