JAMBERITA.COM - Keluhan warga terhadap beberapa lalu lintas kendaraan besar yang melebihi tonase dan berpotensi merusak jalan, Wakil Bupati Tanjab Barat, Hairan, SH turun gunung menuju lokasi lakukan pengecekan di Desa Tanjung Bojo, Kecamatan Batang Asam, Tanjab Barat, tepat di jalan lintas Lubuk Bernai.
Alhasill, Wabup Hairan mendapati beberapa kendaraan dengan bertonase yang melebihi kapasitas jalan di lokasi. Hairan menghimbau kepada sopir dumtruck untuk kedepan mengurangi kapasitas muatan sesuai dengan kapasitas jalan.
Menurutnya, kendararaan yang bertonase melebihi kapasitas jalan ini berpotensi merusak fasilitas jalan umum dan ini tidak boleh lagi terjadi.
"Kalau jalan ini rusak akibat kepentingan segelintir orang hingga mengorbankan masyarakat banyak pengguna jalan ini tentu akan menjadi beban bagi pemerintahan terkait perbaikan dan pemeliharaan jalan," tegas Wabup Hairan, Jumat (26/3/21).
Terpisah, Kadis perhubungan Samsul Jauhari dihubungi melalui ponselnya membenarkan jika jalan lintas desa Tanjung Bojo menuju lubuk bernai merupakan jalan kabupaten, dan kapasitas jalan maksimal sebesar 6 hingga 8 Ton.
"Benar itu jalan Kabupaten yang kapasitas hanya 6 - 8 Ton," kata Endang.
"Hal ini akan kita tindak lanjuti," pungkasnya. (Henky)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
Lagi Satgas Masuk ke Kanal Untuk Bawa Kayu Jembatan Titik Keempat


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



