Transparansi Nilai Peserta PPAN Provinsi Jambi Jadi Poin Penting Bagi Panitia dan Juri



Kamis, 15 April 2021 - 12:05:56 WIB



Ketua PCMI Provinsi Jambi Raissa
Ketua PCMI Provinsi Jambi Raissa

JAMBERITA.COM - Tahapan Seleksi peserta Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Provinsi Jambi dimulai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Ketua Purna Ceraka Muda Indonesia (PCMI) Provinsi Jambi Raissa Mataniari mengatakan meski demikian para peserta juga tetap diberikan masukan bagaimana nanti mereka bisa merangkai projek yang berorientasi kepada pemberdayaan masyarakat.

"Itu kita rangkai dalam bentuk Zoom, jadi materi tetap terus juga kita tetap efektif untuk menyampaikan materi tersebut, karena sekarang pandemi, beda dengan tahun-tahun sebelumnya, jadi kita memang harus meminimalisir," terangnya, Kamis (15/4/2021)

Raissa menjelaskan, peserta yang nantinya akan terpilih untuk mengikuti program PPAN tentu akan dituntut harus bisa berkontribusi di Provinsi Jambi."Materi merangkai projek untuk kegiatan relawan itu yang menjadi fokus dalam pemilihan ini," tuturnya.

Menurut Raissa, peserta pada sebenarnya banyak melakukan pendaftaran PPAN, tetapi sudah melalui beberapa tahapan seleksi maka sekarang ada hanya 65 orang pemuda yang nantinya akan diambil hanya dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan untuk ke luar negeri.

"Daftar awal melalui online banyak sekitar 100 , lalu di cut menjadi 80 besar, seleksi nya kita bagi dua sesi, karena kita menghindari kerumunan, sekarang 65 peserta juga seperti itu nanti tereleminasi menjadi 20 besar finalis, baru nanti kita cari 2 orang," ujarnya.

Raissa juga menjelaskan bahwa dalam tahapan seleksi, PCMI juga melibatkan psikolog untuk melihat daripada karakter para peserta, lalu mereka juga akan melalukan test kemampuan bahasa Inggris bagi para peserta.

"Panita dan dewan juri ini adalah memang benar-benar orang yang ahli dalam bidang nya, contoh untuk mewawancarai peserta dalam berbahasa Inggris, ya itu memang ada guru bahasa Inggris dan juga di bidang kepemudaan itu ada aktivis," jelasnya.

Raissa juga menegaskan bahwa mereka selaku panitia seleksi pastinya akan melakukan tahapan secara transparan terhadap nilai-nilai para peserta, baik angka ataupun kurang nya dimana."Kita ada istilah nya rubrik, atau komponen nilai itu selalu kita kembalikan ke peserta," tambahnya.

"Transparansi itu selalu kita lakukan bahkan untuk 20 besar pun, atau yang sudah ada pemenang nya boleh jika mempertanyakan nilainya, harapannya ketika mereka kembali lagi di tahun berikut nya mereka menjadi pribadi yang baik, jadi disini bukan karena berdasarkan saling kenal, tidak," jelasnya.(*/afm)





Artikel Rekomendasi