JAMBERITA.COM - Pemerintah Kota Jambi kekurangan anggaran untuk Pemulasaran dan pemakaman jenazah Covid-19. Hingga saat ini, diketahui hampir 200 jenazah yang meninggal akibat Covid-19 di Kota Jambi.
Nujumudin Kabid Penerangan Lampu Hias dan Pemakaman Dinas Perkim Kota Jambi menerangkan bahwa setidaknya ada 164 jenazah pasien Covid-19 yang di makamkan di TPU Pusara Agung.
"Pemda Kota Jambi menyediakan pemakaman khusus Covid-19. Sampai saat ini yang di makamkan di pusara agung 164. Tapi kita punya makam lagi di bumi langgeng 30 meninggal akibat Covid-19," terangnya. Rabu, (9/6/2021).
Ia mengatakan, untuk biaya pemulasaraan pasien Covid-19 satu orangnya sebesar lebih kurang 5 juta rupiah. Jika dikalikan dengan jumlah pasien Covid-19 yang meninggal, maka pemerintah Kota Jambi telah menghabiskan anggaran lebih kurang 970 juta untuk pemulasaraan jenazah Covid-19.
"Biayanya dari proses awal di tanggung pemda kota. Satu makam habiskan lebih kurang 5 juta. Sudah termasuk peti dan kain kafan. Sedangkan untuk insentif petugas berbeda," jelasnya.
Jumlah anggaran tersebut, dijelaskan Nujumudin kurang. Karena pemerintah Kota Jambi hanya menganggarkan 100 jenazah satu tahunnya.
"Sekarang kurang, karna pemda hanya menganggarkan 100 orang per tahun. Karena belanja sarana tidak bisa di pihak ketigakan. Kita harap tidak ada pasien yang meninggal akibat Covid-19," pungkasnya. (sap)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
Mahasiswa Kehutanan UNJA Kenalkan 'Hutan Ajaib di Tepi Laut' ke Siswa SMPN 17 Kota Jambi
Muhammadiyah Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku Penjual Daging Babi Berkedok Daging Sapi
SAH Minta Kemenaker Perbanyak Koordinasi Dan Kolaborasi ke Daerah Laksanakan Program
Pj. Gubernur Minta Tingkatkan Kinerja Rencana Aksi Pencegahan Korupsi


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



