FEATURE : Asa Pelaksanaan Acara Pernikahan Di Tengah Tingginya Kasus Covid-19
JAMBERITA.COM – Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum menunjukkan adanya penurunan kasus yang drastis. Malahan angka kasus harian cenderung meningkat. Sudah jelas kondisi ini membuat banyak hal yang sudah direncanakan dengan matang harus terpaksa tertunda, terutama untuk warga Provinsi Jambi.
Salah satu yang terkena efeknya adalah mereka yang ingin melaksanakan acara pernikahan. Sebelumnya sempat kembali diperbolehkan dengan syarat yang ketat karena kasus harian cenderung turun dan stagnan setiap harinya. Beberapa daerah yang ada Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini melarang kegiatan pernikahan karena kasus positif meningkat dan masuk dalam zona merah.
“Kami waktu itu sepakat pada bulai Mei akan melangsungkan acara karena waktu itu kondisi juga masih stabil dan izin masih diberikan. Namun dalam persiapannya, mendadak kasus aktif Covid meningkat. Mau tak mau kami harus menunda acara kami,” kata M, salah satu warga Batanghari.
Ia mengatakan, belum lagi waktu itu pemerintah langsung melarang semua bentuk kegiatan yang menciptakan kerumunan. Harapan dirinya untuk dapat melaksanakan acara tertutup sudah. Belum lama ini karena kondisi mulai agak membaik,dirinya mulai lagi berinisiatif untuk mengurus persyaratan agar dapat melaksanakan acara.
“Kami sudah coba, namun tetap tidak mendapatkan izin. Pihak kepolisian juga tidak menganjurkan kami untuk melaksanakan acara tersebut. Daripada kami malah bermasalah dengan hukum dipanggil-panggil, lebih baik kami menunggu kondisi aman baru melaksanakan acara,” tutupnya. (am)
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
Mahasiswa Kehutanan UNJA Kenalkan 'Hutan Ajaib di Tepi Laut' ke Siswa SMPN 17 Kota Jambi
Respon Rektor UNJA Prof Helmi, Tindaklanjuti Intruksi Pusat Terkait Efesinsi Anggaran
Zona Merah dan Orange Dilarang, Ini Panduan Kemenag Untuk Shalat Idul Adha Di Tengah Pandemi
Pelanggar Lalulintas Terekam CCTV, Paling Banyak Pagi Dan Sore Hari


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



