JAMBERITA.COM– Tim Keasistenan Pencegahan Ombudsman RI Perwakilan Jambi menyambangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi pada Rabu, 15 Maret 2022 untuk melihat persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022 di Provinsi Jambi.
“Kunjungan kami memang untuk melihat sudah sampai mana kesiapan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dalam menghadapi PPDB tahun 2022 yang akan segera berlangsung”, kata Kepala Keasistenan Pencegahan, Abdul Rokhim.
Dalam kunjungan itu terdapat tiga informasi terkait PPDB Tahun 2022 yang disampaikan oleh pihak Disdik kepada Tim Keasistenan Pencegahan Ombudsman Jambi yaitu terkait jadwal pelaksanaan, peraturan dan penambahan sekolah yang dimasukkan ke dalam sistem zonasi. Berikut uraiannya:
1. PPDB direncakan akan dilaksanakan pada Juni 2022
2. Peraturan yang digunakan masih menggunakan Peraturan lama yaitu Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 dan Pergub lama (Menunggu Keputusan Gubernur)
3. Sekolah swasta akan dimasukkan dalam sistem zonasi.
Melalui kunjungan tersebut, Abdul Rokhim berharap, PPDB tahun 2022 di Provinsi Jambi dapat berjalan lebih baik. Ia juga mengatakan Ombudsman RI Pewakilan Jambi akan terus melakukan pemantauan agar pada pelaksanaannya PPDB berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Dengan datang memastikan kesiapan ini, kami berharap PPDB di Provinsi Jambi untuk tahun 2022 berjalan lancar dan lebih baik dari tahun sebelumnya. Kami akan terus pantau agar pelaksanaannya nanti berjalan sesuai aturan dan tidak ditemukan dugaan maladministrasi”, ungkapnya.(*)
Pemberian THR Karyawan Belum Optimal : Ombudsman Minta Pemerintah Susun Kerangka Pengawasan
Himpun Saran & Masukan : BPS Jambi Gelar FGD Penetapan Standar Pelayanan Publik 2026
Ombudsman Jambi: Izin Tambang Dikeluarkan, Wajib Patuhi Aturan
LSMM Gelar Unjuk Rasa Di Gedung DPRD Jambi, Tuntut RUU TPKS Disahkan Secepatnya
Korem 042/Garuda Putih Siap Amankan Kunjungan Mantan Wapres Yusuf Kalla
Usai Reses, Edi Purwanto Besuk Ibu yang Alami Luka Bakar, Pedagang Peyek di Pasar Aur Duri


Lantik APPSI Jambi, Sudaryono Tegaskan Pengurus Harus Kerja Nyata: Jangan Kebanyakan Jadi Mandor!



