Oleh: Ali Surakhman*
“Dalam ombak bersintak naik pasang yang bersintak turun, Bujang Linjo membawa redap dengan kecapi membawa adat dengan lumbago, Ke darat mengambil aur berduri, melimpah di dalam dulang, bulan ini bulan kenduri, tebu setuntung sudah dimentara, pisang sesikat sudah dikeranji, rapat anak jantan sudah dilingkung dengan bicara, rapat anak betina sudah diikat dengan janji, buruk li jelipung li buruk puar jelipung tumbuh, pusaka kita supaya lama juga, hendak hilir batang jirat sudah menambak, dengan jauh sudah terkumpul, dengan dekat sudah setumpak, diseraya rapat anak jantan anak betina, mati berganti hilang bersilang, Samudera luas sudah menunggu, gelangang para Dubalang menempa diri”.
Pelayaran Jalur Rempah RI diikuti oleh 5 putra putri terbaik dari 34 Provinsi. Jambi diwakili oleh M. Zukri, Oktal Uska, Dorel Effendy, Reyhan Alifasya, Nanda Reminescere. mereka berlima dipilih melalui seleksi yg ketat, dilakukan oleh Disbudpar Prov Jambi, dan menunjuk juri kompeten 1) Mayor CHB Indra Wijaya (Danrem 042 Gapu), 2) M. Farisi (Dosen Fisipol Unja), dan 3) M. Ali Surakhman (Pengguat Budaya).
Hari ini (batch 1), mereka berlayar diatas Kapal Dewa Ruci dengan rute Surabaya - Makassar. Sdr. Dorel si mahasiswa aktifis pekestarian hutan akan mewakili Jambi. Menempuh rute ini, dan nanti akan berganti dengan yang lainnya, dengan rute berbeda, program aktivitas pelayaran Jalur Rempah ini meupakan program Dirjen Kebudayaan, salah satu tujuannya untuk menghidupkan lagi kejayaan rempah, kejayaan maritim Indonesia di masa lalu, namun yang utama adalah menumbuhkan semangat generasi muda dan kecintaan mereka pada tanah air, dan membentuk karakter generasi yang paham akan budaya, sejarah, dan bagaimana mereka mengambil nilai nilai luhur dari itu semua.
Menurut M. Ali Surakhman salah satu juri, “generasi muda mesti diajarkan etika, budaya itu nilai, wujud dari nilai adalah etika dan moral, anak muda mesti di bentuk, walaupun mereka terpilih karena kemampuan sendiri, namun ada banyak peran orang di sekelilingnya, mereka calon pemimpin masa depan, mesti kita tanamkan nilai nilai moral”.
Semangat nenek moyang para penggarung samudera yang tak mudah menyerah, kalah, namun selalu tunduk pada alam semesta, mesti di tanamkan, diwarisi, bagaimana mereka belajar dari alam raya, sehingga berbuah menjadi sebuah sikap yang bijak.
Kita berharap pada Dubalang Rempah Jambi, pulang membawa buah yang berguna buat masyarakatnya, menjadi pelapor kaum millineal yang menghargai budayanya dan menebarkan nilai nilai baik buat semua makhluk dan alam semesta.
*Budayawan Jambi
Dinas PUTR Provinsi Jambi Sembelih Empat Hewan Kurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H
Menatap Wajah di Foto Usang : 25 Tahun Husni Merajut Rindu, Mencari Ibu yang Hilang Tanpa Kabar
Lewat Virtual, Kanwil Kemenkum Jambi Bahas Pengembangan Karier Jabatan Fungsional
Permainan Tradisional Minangkabau Yang Telah Hilang Salah Satunya Adalah “SIPAK RAGO”
Korem 042/Gapu Gelar Sholat Idul Adha 1447 H di Lapangan Tenis Indoor Makorem


