JAMBERITA.COM - Untuk meningkat kualitas air Sungai Batanghari yang saat ini masuk dalam kategori tercemar. Pemerintah provinsi Jambi mencanangkan program Gerakan Sungai Batanghari Bersih.
Program ini pun, sudah disepakati oleh sepuluh kepala daerah yang ada di provinsi Jambi, untuk sama-sama berkomitmen meningkatkan kualitas air Sungai Batanghari.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, M Fauzi mengatakan banyak faktor yang menyebabkan pencemaran di Sungai Batanghari.
"Prilaku manusia, terjadi PETI. Juga masyarakat kita belum semua memiliki perilaku hidup sehat. Dan juga faktor pencemaran ekosistem oleh gundulnya hutan," jelas Fauzi. Rabu, (20/7/2022).
Fauzi mengatakan, pihaknya menganggarkan Rp. 300 juta untuk kegiatan program Gerakan Batanghari Bersih.
"Program itu kalau di kita ada kurang lebih Rp. 300 jitia. Kita hanya bisa melakukan sosialisasi. Seperti hari ini, kita melaksanakan Hari Air Sedunia dan Hari Sungai Nasional," ujarnya.
Ia mengatakan, untuk mengembalikan kualitas air Sungai Batanghari menjadi normal kembali tentu memerlukan waktu yang cukup lama. Namun, dengan adanya program Gerakan Sungai Batanghari Bersih menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan.
"Targetnya kita bisa mengembalikan (kualitas air,red), tentu tidak bisa dengan satu dua tahun. Kalau melihat kondisi ini, bisa memakan waktu 25 sampai 30 tahun. Karena ekosistem ini harus diperbaiki dulu," jelasnya. (sap)
Bupati Tanjab Barat Buka Lomba Sauk’an Layangan, Hidupkan Kembali Permainan Tradisional di WFC ?
Bupati Fadhil Arief Serahkan Rumah Layak Huni BAZNAS di Simpang Terusan
UNJA, BNN hingga BPS : Sepakat Kolaborasi Riset Magang dan Pengabdian Masyarakat
Indeks Kualitas Air Sungai Batanghari Tercemar, PETI Jadi Salah Satu Penyebabnya
Alasan Biaya Calon Ketua PWI Jambi, Muhtadi: Agar Mandiri, Tidak Boleh Buat Proposal Cari Dana
Mengejutkan, Daftar Jadi Ketua Wajib Setor Rp50 Juta, PWI Jambi Terancam Dibekukan
Puncak Kemarau Agustus 2026: BMKG Deteksi Ribuan Hotspot dan Kabut Asap di Jambi


